Wildan dan Partini Jadi Duta Bahasa Pelajar Jabar 2019

Wildan dan Partini Jadi Duta Bahasa Pelajar Jabar 2019

Wildan dan Partini Jadi Duta Bahasa Pelajar Jabar 2019
Wildan dan Partini Jadi Duta Bahasa Pelajar Jabar 2019

Setelah melalui rangkaian tes yang sangat panjang, Wildan Firmansyah dan Partini Cakrawati

berhasil menjadi Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat (Dubas Pelajar Jabar) Tahun 2019. Kedua pelajar yang berasal dari SMAN 20 Bandung dan SMAN 1 Lembang Bandung Barat ini ditetapkan oleh tim juri sebagai juara 1 kategori Putra dan Putri dalam babak final pemilihan Dubas Pelajar Jabar 2019 pada Senin, 16 September 2019, di Hotel El Royale Bandung.

Tim Juri yang terdiri atas Umar Solikhan, Ade Mulyanah, Gira Mayang Septiana, Taufik Hidayat Udjo, dan Liestya menetapkan Wildan dan Partini menjadi pemenang setelah melakukan pengamatan dan penilaian terhadap hasil tes UKBI, tes UKBA, tes menulis esai dalam tiga bahasa, wawancara, forum diskusi terpumpun, unjuk bakat, dan wicara publik kepada 40 besar finalis Dubas Pelajar Jabar 2019.

Dengan prestasinya tersebut, Wildan dan Partini masing-masing berhak mendapat hadiah tropi

dan uang tunai sebesar Rp5.000.000,00. Dalam babak final yang berlangsung sangat meriah, juara II diraih oleh Gaizzka Metzu Wilsensa (SMA 26 Bandung) dan Tertiandra Kanyadira Sangaji (SMA Taruna Bakti Bandung), Juara III Hisyam Naufal (SMAN Garut) dan Maria Sonya Meidika Putri (SMAN 2 Purwakarta), Harapan I Mchael Jose (SMA Kuntum Cemerlang Bandung) dan Rachel Zahra Mahadewi Gumilar (SMAN 5 Bandung), dan Harapan II diraih Sofwan Dwi Pramono (SMAN Sindang) dan Syifa Azzahra (SMAN 1 Pangandaran). Sementara itu, kategori Duta Bahasa Media Sosial dimenangi oleh Muhammad Andra Pratama (SMA Taruna Bakti Bandung) dan Maria Stella Febrianti (SMA Taruna Bakti Bandung).

Kepala Balai Bahasa Jabar, Umar Solikhan, berharap para Duta Bahasa memiliki sikap positif

terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa daerah sebagai jati diri bangsa.

”Dalam konteks keindonesiaan, para duta bahasa harus menjadi virus-virus kebahasaan yang positif dalam mengutamakan bahasa Indonesia, memelihara bahasa daerah, dan mempelajari bahasa asing,” kata Umar.

Hal tersebut tentu sangat beralasan karena sebelum mengikuti babak final, para finalis sudah dibekali berbagai pengetahuan tentang literasi, wicara publik, ejaan, diksi, dan kalimat bahasa Indonesia. Semua pengetahuan tersebut mereka terima selama dua hari dalam acara pembekalan di Balai Bahasa Jabar. Pembekalan tersebut diberikan kepada finalis untuk meningkatkan pengetahuan mereka sebagai calon duta bahasa. Bahkan, para finalis juga sudah menunjukkan bakat mereka dalam menari, menyanyi, bermain musik, pencak silat, bermonolog, dan membaca puisi dalam acara “Malam Bakat” di Saung Angklung Udjo

 

Sumber :

https://www.kaskus.co.id/thread/5d93efa668cc95320f76215e/

This article was written by ebagi