Tujuan Umum Pendidikan

Tujuan Umum Pendidikan

Menurut Jalaluddin Abdullah, tugas utama pendidikan adalah mempersiapkan anak didik ke arah kematangan. Matang dalam artian hidup akalnya. Jadi akal inilah yang perlu mndapat tuntunan, sekolah rendah memberikan pendidikan dan pengetahuan serba dasar. Dengan pengetahuan tradisional seperti membaca, menulis, dan berhitung, peserta didik memperoleh dasar penting bagi pengetahuan yang lain.

Menurut Thomas Aquinas dalam Jalaluddin Abdullah (2007:117) tujuan pendidikan ialah sebagai usaha mewujudkan kapasitas yang ada dalam individu agar menjadi aktualitas, aktif, dan nyata. Menurut Robert Hatchkins dalam Jalaluddin Abdullah (2007:118) tujuan pendidikan adalah mengembangkan akal budi sepaya peserta didik dapat hidup penuh kebijaksanaan demi kebaikan hidup itu sendiri.

Berdasarkan pendapat tujuan pendidikan yang dikemukakan para ahli diatas maka dapat disimpulkan tujuan pendidikan adalah untuk mewujudkan peserta didik untuk hidup bahagia demi kebahagiaannya sendiri. Dengan mengembangkan akalnya maka akan dapat mempertinggi kemampuan berpikirnya. Pendidikan membantu anak menyingkapi dan menanamkan kebenaran-kebenaran hakiki, oleh karena itu kebenaran-kebenaran itu universal dan konstan, maka kebenaran-kebenaran tersebut hendaknya menjadi tujuan-tujuan pendidikan yang murni. Kebenaran-kebenaran hakiki dapat dicapai dengan sebaik-baiknya melalui :

  1. Latihan intelektual secara cermat untuk melatih pikiran.
  2. Latihan karakter sebagai suatu cara mengembangkan manusia spiritual.

Hakikat Guru

Tugas utama dalam pendidikan adalah guru-guru, di mana tugas pendidikanlah yang memberikan pendidikan dan pengajaran (pengetahuan) kepada anak didik. Faktor keberhasilan anak dalam akalnya sangat tergantung kepada guru, dalam arti orang yang telah mendidik dan mengajarkan.

Menurut Zuhairini Arikunto dalam Jalaluddin Abdullah (2007:118) peran guru adalah mengajar dan memberikan bantuan kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada padanya.

Guru mempunyai peranan dominan dalam penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di kelas. Guru hendaknya orang yang menguasai suatu cabang ilmu, seorang guru yang ahli (a master teacher) bertugas membimbing diskusi yang akan memudahkan siswa menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang tepat, dan wataknya tanpa cela. Guru dipandang sebagai orang yang memiliki otoritas dalam suatu bidang pengetahuan dan keahliannya tifdak diragukan.

Recent Posts

This article was written by ebagi