tujuan penyebar spam

Table of Contents

tujuan penyebar spam

tujuan penyebar spam
tujuan penyebar spam

Lalu apa tujuan penyebar spam dengan memasukkan virus yang menyerang langsung situs maupun melalui e-mail tersebut?
Yang jelas, tidak memiliki tujuan meraup uang secara langsung, sebab tidak ada unsur transaksi atau pencurian data di kartu kredit. Para pakar selama ini sangat jarang berpendapat mengenai hal ini. Bagi penulis, indikasi bisnis untuk meraup uang dengan cara memalak korban tetap ada. Pelakunya, barangkali, perusahaan antivirus itu sendiri. Ilustrasinya begini, worm yang masuk tersebut biasanya jenis lama dengan versi-versi baru. Sebagai contoh, worm Rinbot atau Delbot bisa diatasi dengan antimalware dari perusahaan software security Symantec. Demikian juga dengan worm jenis Bagle. Jenis worm ini hanya bisa ditangani oleh antimalware merek Netsky.
Ini adalah dua contoh kasus yang sering kita alami. Masih banyak jenis virus atau worm yang masuk yang bisa diatasi dengan antivirus atau antimalware tertentu. Di atas hanyalah sedikit contoh dari gelombang modus kejahatan internet dengan model pengiriman virus dan worm. Masih ada banyak cara canggih yang dilakukan para pembuat malware dalam melakukan tindak kejahatan. Agar efektif, saya akan merangkum dalam beberapa hal berikut ini. Model pertama, scouting-attack, yakni semacam aktivitas pengumpulan informasi yang dilakukan penyusup untuk disesuaikan dengan sistem jaringan. Kedua, access-attack, yakni mengeksploitasi kelemahan-kelemahan pada jalur akses jaringan. Ketiga, denial-of-service attack, yakni mengirim angka dalam jumlah besar atas permintaan server, sehingga secara substantif aksi ini akan menimbulkan kemacetan lalu lintas data, dan pada gilirannya mengakibatkan pengguna sah tidak dapat mengakses server. Penelitian yang dilakukan Mi2g Limited, perusahaan konsultan manajemen risiko di Amerika Serikat, menunjukkan spam di seluruh dunia telah menghilangkan produktivitas sebesar 10,4 miliar dolar AS pada Oktober 2003. Masih menurut perusahaan tersebut, kerusakan yang disebabkan spam lebih tinggi dari yang dialami dunia karena virus dan worm (8,5 miliar dolar AS) dan kerusakan akibat gangguan dan penyusupan hacker yang sebesar 1 miliar dolar AS. (Internet Quotion, I/2004).
Penulis pernah mengulas masalah ini di Majalah SWA Sembada edisi 21 Februari 2005. Akibat ulah cracker ini, perusahaan dunia banyak merosot penghasilannya. Pasalnya perusahaan tidak bisa aktif menjalankan kerja setelah jaringan, e-mail, atau komputer rusak. Melihat persoalan seperti itu, jelas pengamanan jaringan internet di era serbavirus ini menjadi kebutuhan mendasar. Masalah keamanan sistem komputer sangat penting bagi operasi suatu perusahaan, terlebih jika sistem yang ada telah terintegrasi seluruhnya. Namun, masalah yang sering mengganjal adalah keterbatasan SDM dan keahliannya. Karena itu, solusi alternatif yang dapat diandalkan untuk mengamankan sistem dan data adalah dengan menerapkan sistem outsourcing (alih daya).
Keterbatasan tenaga bisa dipecahkan dengan menyewa tenaga outsource yang bisa diandalkan dan dipercaya daripada memaksakan diri menyerahkannya kepada SDM yang ada. Akan tetapi, yang harus diperhatikan kalangan manajemen perusahaan adalah pengaturan anggaran dan realisasi teknisi secara tepat dan terukur.

Sumber : https://bingkis.co.id/perkembangbiakan-vegetatif-dan-generatif/

This article was written by ebagi