Tipe Hutan Musim (monsoon forest)

Tipe Hutan Musim (monsoon forest)


Hutan musim adalah hutan campuran yang berada di daerah beriklim muson (monsoon), yaitu daeah dengan perbedaan antara musim kering dan basah yang terlihat jelas (Arief A., 2001). Biasanya hutan ini terdapat di wilayah dengan iklim tropis dan subtropis yang memiliki iklim (C) atau (D) dan hangat sepanjang tahun dan mengalami musim kemarau selama beberapa bulan sehingga memaksa kebanyakan tumbuhan menggugurkan daun-daunnya dan mempengaruhi populasi mahluk hidup di dalamnya. Curah hujan pada iklim ini antara 1000-2000 mm/tahun dan berada pada ketinggian 0-4000 mdpl.

Hutan musim termasuk dalam hutan homogen, karena hanya memiliki satu jenis pohon yang mendominasi. Pada daerah ekosistem hutan musim, curah hujan rendah sehingga jenis-jenis yang dapat hidup di daerah tersebut adalah jenis yang tahan terhadap kekeringan. Mekanisme fisiologis dalam mempertahankan diri terhadap kekeringan maka tumbuhan tersebut akan menggugurkan daun untuk mengurangi proses transpirasi atau penguapan air melalui daun.

Umumnya, hutan musim memiliki ciri yang khas antara lain:

 

  • Hutan musim memiliki iklim yang hangat sepanjang tahun seperti iklim di Indonesia tetapi lebih banyak mengalami musim kemarau yang durasinya cukup panjang hingga beberapa bulan,
  • Hutan musim memiliki curah hujan yang cukup rendah,
  • Hutan musim umumnya memiliki jenis tumbuhan berupa tumbuhan tropofit yang merupakan jenis tumbuhan yang dapat bertahan dan beradaptasi dengan musim kemarau panjang dan kekeringan dan juga musim hujan.
  • Tumbuhan pada hutan musim di musim penghujan akan menumbuhkan daunnya dengan sangat lebat, tetapi daun tersebut akan digugurkan hampir seluruhnya pada musim kemarau atau musim kering.
  • Ekosistem pada hutan musim biasanya hanya memiliki satu lapisan stratum atau satu lapisan tajuk yang tajuk-tajuk tersebut tidak saling tumpang tindih.
  • Hutan musim disebut juga dengan hutan luruh daun karena pohon–pohonnya banyak yang menggugurkan daunnya ketika musim kemarau datang yang berfungsi untuk mengurangi proses transpirasi atau penguapan air melalui daun yang berlebih.
  • Lamanya proses pengguguran daun pada pohon – pohon yang tumbuh di dalam hutan musim tergantung dari persediaan air yang ada didalam tanah,
  • Di akhir musim kemarau, biasanya pohon – pohon pada hutan musim ini akan menumbuhkan bunga. Bunga yang dihasilkan umumnya berukuran besar dan berwarna terang (Indriyanto, 2005).
  • Hutan musim memiliki nama–nama hutan yang diambil berdasarkan jenis pohon yang tumbuh mendominasi didalamnya. Misalnya jika yang tumbuh mendominasi dalam hutan musim adalah pohon jati, maka hutan musim tersebut bernama hutan jati, atau misalnya hutan pinus.
  • Jenis pohon yang tumbuh pada Hutan musim antara lain adalah dari spesies Eucalyptus albaTectona grandisAcacia leucophloeaAlbizzia chinensisTimonius cerysusSchleieera oleosa, Dalbergia latifolia, dan Santalum album.
  • Jenis fauna yang hidup pada wilayah hutan musim adalah seperti Monyet dengan jenis spesies Macaca fascicularis dan Harimau,
  • Hutan musim terletak pada wilayah yang memiliki iklim musim, salah satunya Indonesia dan biasanya terletak di pulau Jawa (IlmuGeografi.com, 2016).

Sumber: https://imii.co.id/ini-ilmuwan-peraih-hadiah-nobel-fisika-2017/

This article was written by ebagi