Tipe Hutan Gambut (peat forest)

Tipe Hutan Gambut (peat forest)


Hutan gambut adalah hutan tropis berdaun lebar di mana tanah yang terendam air mencegah dedaunan dan kayu terdekomposisi sepenuhnya. Seiring waktu berlalu, terbentuk lapisan gambut yang bersifat asam. Menurut Indriyanto (2005), hutan gambut didefinisikan sebagai hutan yang terdapat pada daerah bergambut ialah daerah yang digenangi air tawar dalam keadaan asam dan di dalamnya terdapat penumpukan bahan ­bahan tanaman yang telah mati. Hutan gambut terdapat di daerah yang beriklim tipe A atau B dan tanah latosol dengan lapisan gambut setebal 50 cm atau lebih. Pengertian ini juga searah dengan Arief (2001), yang mengatakan hutan gambut adalah hutan yang tumbuh di daerah iklim bertipe A atau B dengan tanah organosol atau histosol yang selalu tergenang air tawar secara periodik dengan keadaan pH rata-rata 3,5-4,0.

Hutan gambut biasanya hanya dapat ditumbuhi beberapa jenis tumbuhan karena tanahnya miskin atas kandungan unsur hara. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Sabihan (1999), mengatakan bahwa tanah gambut yang terlalu tebal (1,5-2 m) umumnya tidak subur, karena vegetasi penyusunnya miskin unsur hara.

4. Tipe Hutan Rawa (swamp forest)

Hutan Rawa adalah hutan yang tidak terpengaruh oleh iklim. ekosistem ini terdapat pada daerah dengan kondisi tanah yang selalu digenangi air tawar, pada suatu daerah yang terletak dibelakang hutan payau (mangrove) dengan jenis tanah aluvial dan kondisi aerasinya buruk (Arief, A., 2001). Tipe hutan rawa ini terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia, misalnya di Kalimantan Tengah, Sumatra Timur, Kalimantan Barat dan Irian Jaya Bagian Selatan.

Vegetasi (komunitas tumbuhan) yang menyusun ekosistem hutan rawa termasuk dalam kategori vegetasi yang selalu hijau, diantaranya yaitu berupa pohon-pohon dengan tinggi mencapai 40 meter dan mempunyai beberapa lapisan tajuk. Oleh karena itu ekosistem hutan rawa mempunyai beberapa lapisan tajuk, maka bentuknya hampir menyerupai ekosistem hutan tropis.

Pada umumnya spesies-spesies tumbuhan yang ada di dalam ekosistem hutan rawa cenderung berkelompok membentuk komunitas tumbuhan yang miskin dalam hal spesies. Dengan kata lain, penyebaran spesies tumbuhan yang ada di ekosistem hutan rawa tidak merata. Spesies-spesies pohon yang terdapat dalam ekosistem hutan rawa antara lain Shorea uliginosaPalaqium leiocarpumCampnospermaMacrophyllaGarcinia spp., Koompassia spp., Canarium spp., Eugenia spp., Xylopia spp., dan Calophyllum spp. (Indriyanto, 2010).

Selain itu, terdapat juga daerah berawa yang hanya ditumbuhi rumput, ada pula yang hanya di dominasi oleh palem dan pandan. Meskipun demikian ada juga yang menyerupai hutan hujan tropis dataran rendah dengan pohon-pohon berakar tunjang, berbagai jenis spesies palem dan terdapat juga spesies-spesies tumbuhan epifit, namun kekayaan jenis dan kepadatannya tentu lebih rendah dibandingkan dengan ekosistem hutan tropis.

Ciri-Ciri Hutan Rawa adalah sebagai berikut :

  • Berada pada daerah-daerah yang selalu tergenang air tawar.
  • Tanahnya rendah, berlumpur dan becek.
  • Tidak dipengaruhi oleh iklim.
  • Umumnya terdapat dibelakang hutan payau dengan jenis tanah aluvial dengan aerasi yang buruk
  • Tegakan hutan selalu hijau, dengan tajuk yang terdiri dari beberapa strata.
  • Memiliki pohon-pohon yang tingginya bisa mencapai 40 m ke atas.
  • Tumbuhan yang tumbuh adalah tumbuhan yang berakar lutut dan tunasnya terendam air.
  • Airnya asam dan bagian dasar rawa terdapat banyak gambut.
  • Terdapat pada tempat yang memiliki sungai-sungai besar, seperti di Kalimantan dan Sumatera

Recent Posts

This article was written by ebagi