Tiga peneliti muda Indonesia dapat penghargaan dari Prancis

Tiga peneliti muda Indonesia dapat penghargaan dari Prancis

Tiga peneliti muda Indonesia dapat penghargaan dari Prancis
Tiga peneliti muda Indonesia dapat penghargaan dari Prancis

Tiga peneliti muda Indonesia bidang sains yang tengah menyelesaikan di sertasi di Prancis mendapat penghargaan Prix Mahar Schutzenberger dari Asosiasi Franco-Indonesia untuk Pengembangan Sains (AFIDES) bertempat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris, Kamis (3/5).

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Surya Rosa Putra, kepada ANTARA News, Jumat (4/5), mengatakan bahwa ketiga peneliti tersebut adalah Arief Wicaksana dari departemen Teknik Informatika dan Mikroelektronika untuk Arsitektur (TIMA) Universitas Grenoble-Alpen, Rifan Hardian dari program Kimia, Universitas Aix-Marseille dan Vinsensia Ade Sugiawati juga dari departemen Kimia, Universitas Aix Marseille.

Ketiga pemenang itu merupakan hasil seleksi dari 12 kandidat berasal dari mahasiswa tahun kedua program doktoral. Jumlah mahasiswa program doktoral asal Indonesia tercatat di Kementerian Pendidikan Nasional Prancis tahun 2018 tsebanyak 118 orang.

Pemberian penghargaan dihadiri Presiden AFIDES Helene Scuhtzenberger,

Kuasa Usaha AdInterim KBRI Paris Agung Kurniadi, para juri, perwakilan dari Kementerian Pendidikan Nasional Prancis, beberapa peneliti dari perguruan dan mahasiswa Indonesia di negeri itu, serta staf KBRI Paris.

Penghargaan Mahar Schutzenberger lahir dari gagasan Profesor Marcel-Paul Schutzenberger pada 1988, saat diangkat sebagai anggota Acadamie des Sciences France (organisasi elit ilmuwan Prancis), yang setara dengan Royal Society of London, Inggris.

Anugerah itu bertujuan untuk mempererat hubungannya dengan Indonesia

yang dijalin Profesor Schutzenberger sejak 1951, ketika dia mengikuti misi Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) untuk pemberantasan penyakit infeksi kronis tropis.

Nama Mahar Schutzenberger yang diambil dari nama putra Marcel-Paul Schutzenberger (1920–1996), yang meninggal dunia saat menempuh pendidikan di Ecole Polytechnique Paris pada 1980.

Helene Schutzenberger, yang juga putri Marcel-Paul Schutzenberger,

menyampaikan penganugerahan Prix Mahar Schutzenberger yang dilangsungkan sejak 1991 sebagai bentuk kepedulian AFIDES terhadap pengembangan sains Indonesia.

 

sumber :

https://mlwcards.com/counter-terrorist-2-apk/

This article was written by ebagi