Ternak Terserang Parasit, ini Cara Pencegahannya

Ternak Terserang Parasit, ini Cara Pencegahannya

Ternak Terserang Parasit, ini Cara Pencegahannya
Ternak Terserang Parasit, ini Cara Pencegahannya

belakang, banyaknya keluhan yang dialami para peternak hewan kerbau

di Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI), akibat terserang parasit. Tim dosen Fakultas Pertanian (FP) Unsri melakukan penyuluhan dengan menerapkan pola pencegahan, yakni menggunakan cendawan nematofagus. Seperti apa cara kerjanya.
Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir yang terletak di Km 34 Jalinteng Palembang-Prabumulih, berpenduduk 2.114 jiwa atau 459 KK. Sebagian warganya adalah peternak, baik sapi maupun kerbau. Ternyata hewan ternak peliharaan mereka seperti kerbau, sering terganggu kesehatannya.

Informasi yang diterima dari peternak, hewan kerbau mengaku sering mengeluh, dimana hewan kerbau mereka sering kali menunjukkan gejala seperti kulit yang kering, bulu rontok, ternak kehilangan nafsu makan, lesu dan akhirnya produktivitas menurun bahkan sampai mengalami kematian,.

“Memang penyakit ini sering kali muncul pada saat peralihan dari musim hujan

ke musim kemarau,” kata Dr Afnur Imsya SPt, MP salah satu dosen Fakultas Pertanian (FP) Unsri.

Oleh karenanya pada Jumat 27 September 2019 lalu, dia yang menjabat ketua tim bersama empat anggotanya Dr Yuanita Windusari SSi MSi, Dr Laila Hanum MSi, Fitri Novaliya Lubis SPt, MSi, dan Hikayati S KEP MKES, turun ke lokasi menemui dan mengumpulkan para peternak Kerbau di sebuah Balai Desa Tanjung Pering

Mereka memberikan penyuluhan, bagaimana upaya pecegahannya terhadap gangguan kesehatan kerbau yang disebabkan oleh parasit.

“Sebelumnya, kami melakukan pembuatan formulasi nematofagus bekerja sama dengan peneliti dari Balai Penelitian dan Veteriner (Balivet) Bogor Bapak Prof Riza Zainuddin Ahmad Miko,” terangnya.

Dalam pertemuan tersebut, mereka memberikan inovasi pengetahuan

, tentang cara dan pentingnya pengendalian hayati sebagai salah satu alternatife untuk mengendalikan penyebaran penyakit parasite. Salah satu pengendali hayati yang sangat pontensial yaitu dengan memanfaatkan cendawan Nematofagus.

Dalam kegiatannya, lanjut Afnur, dilakukan beberapa tahap, yakni pra pelatihan, melakukan observasi pengetahuan peternak tentang penyakit parasite yang terjadi pada ternak kerbau, upaya pencegahan dan pengobatan. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan, dengan melihat perkembangan pengetahuan peternak terkait dengan penerapan pengendalian hayati terhadap penyakit parasite yang terjadi pada ternak kerbau.

“Setelah pelatihan, kami melihat sejauh mana peternak kerbau dapat mengaplikasikan pengetahuan dan penerapan cendawan nematofagus sebagai pengendalian hayati terhadap penyakit parasite ternak kerbau,” lanjutnya.

 

Sumber :

https://www.openjournals.wsu.edu/index.php/landescapesarchived/comment/view/282/0/709239

This article was written by ebagi