Terapi Anak Saat Culture Shock Di Negara Asing

Terapi Anak Saat Culture Shock Di Negara Asing

Pekerjaan sering kali membuat orang tua pindah-pindah distrik atau negara sekalipun. Akibatnya, anak ikut terbawa dan harus kembali beradaptasi dengan lingkungan baru. Tak jarang, suasana luar negeri yang beda dengan Indonesia membuat anak kebingungan. Di samping bahasa yang berbeda, cuaca serta kebiasaan yang tidak sama membuat anak terkejut atau biasa disebut culture shock.

Itu perasaan yang lumrah dirasakan anak, karena orang dewasa juga pun masih membutuhkan adaptasi saat menginjak wilayah baru. Untuk itu ada sebanyak terapi yang dapat diterapkan ketika anak menikmati culture shock di luar negeri.

Terapi Bahasa

Kendala bahasa menjadi permasalahan utama ketika Anda mengajak si kecil untuk ikut serta tinggal di luar negeri. Keadaan negara yang asing, tidak ada teman, atau keluarga yang biasa diajak bermain semakin membuat anak tertekan. Terlebih ketika mereka tidak dapat berkomunikasi dengan orang sekitar.

Maka, langkah kesatu merupakan mengajari bahasa tempat Anda dan keluarga tinggal. saya dan anda bisa memboncengkan anak untuk les bahasa atau mengajari sendiri di tempat tinggal secara intensif dengan terus mengajak komunikasi dengan si kecil.

Kemampuan pikiran yang belum terisi dengan permasalahan apa pun, menjadikan anak-anak lebih mudah menyerap pelajaran dan mempraktikkannya. Maka, tidak heran bila dalam waktu sekejap, anak sudah dapat menguasai bahasa asing tempat tinggal meskipun belum terlalu mahir.

Terapi Moril dari Teman Maupun Guru di Sekolah

Perasaan anak itu sensitif. Dia dapat merasakan sesuatu yang melulu melewati gerakan tubuh atau tatapan mata orang-orang. Maka, tidak tidak tidak sedikit anak yang masih menikmati culture shock menjadi pendiam dan pemurung. Hal Ini diakibatkan merasa terasing dan tidak mengenal siapa pun. Apalagi bila si kecil belum terlalu lancar dalam berkomunikasi, dia akan semakin merasa tersisihkan.

Karena tersebut sokongan moril dari orang-orang terdekat tetap dibutuhkan. Terutama teman di sekolah maupun guru yang akan lebih tidak sedikit mengerjakan interaksi dengan anak.

Meski hanya sekadar berkomunikasi melalui bahasa isyarat tubuh, tetapi dengan adanya teman dari negara tersebut dapat menenangkan ketakutan dan kecemasan anak. Perlahan, anak akan dengan mudah bergaul dan terbiasa dengan keadaan lingkungan yang berbeda dengan Indonesia.

Terapi Pengenalan Keadaan Lingkungan Sekitar

Jalan-jalan sejenak di akhir pekan juga dapat membantu anak keluar dari rasa tertekan akibat culture shock. Anak dapat menghirup udara segar dan menonton interaksi tidak tidak banyak orang di luar rumah.

Meski tidak mengetahui dengan bahasa yang dipakai, tetapi mereka akan tetap tertawa, seakan lupa bila mereka tengah berada di negara asing. Terlebih bila Anda mengajak ke lokasi kesayangan dan mengerjakan pekerjaan yang menyenangkan.

Terapi Pengenalan Budaya

Setiap negara memiliki kebudayaan mereka sendiri, yang mana melekat pada kehidupan rakyatnya. Seperti kehidupan di Inggris yang mana pria dan wanita dipandang setara. Cara mereka berinteraksi menurut keterangan dari untuk kedudukan dan usia. Hal ini jelas berbeda dengan Indonesia. Apalagi dalam menyapa, orang Inggris memiliki teknik yakni tidak menggarap kontak mata secara berlebihan, asal menunjukkan kesungguhan terhadap lawan bicara dengan memberikan perhatian.

Ajarkan ke anak bagaimana kelaziman yang berlaku di negara tersebut. Sehingga ketika berkeinginan melakukan interaksi anak tidak suasana bingung dan sudah mengetahui kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan orang-orang.

Baca Juga :

This article was written by ebagi