Siswa Kelas XII SMA Negeri 12 Medan Dilepas dengan Acara Sederhana

Siswa Kelas XII SMA Negeri 12 Medan Dilepas dengan Acara Sederhana

Siswa Kelas XII SMA Negeri 12 Medan Dilepas dengan Acara Sederhana
Siswa Kelas XII SMA Negeri 12 Medan Dilepas dengan Acara Sederhana

Pesta perpisahan siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 12 Medan, yang digelar

di halaman sekolah Jalan Cempaka Raya, Helvetia Tengah, Medan, Kamis (11/4) berlangsung sederhana namun memukau dan menghibur. Para siswa yang tampil ceria tampak cantik dan ganteng-ganteng dibalut busana bergagam mode dan jas hitam bagi para pelajar pria. Mereka bebas mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan adik-adik kelas serta para guru pendidik mereka.
Pada sambutannya di awal Farewell Party bertajuk ” A Day To Remenber” Kepala Sekolah Drs J Tampubolon mengapresiasi panitia yang telah merancang acara dengan baik. Tampubolon yang telah berhasil mengembangkan sekolah tersebut menjadi salah satu sekolah terbaik di Medan dengan akreditasi A, mendorong para anak didik yang telah menyelesaikan studinya dan akan meninggalkan sekolah tersebut terus mengembangkan diri hingga kelak berhasil dalam kehidupan sehari-hari.

“Tiga tahun kita bersama. Banyak pelajaran berharga kita petik ketika

kita bersama belajar dan mengajar. Kini saatnya berpisah. Kami para guru melepas kalian dengan tulus dan harapan. Pergilah dengan cita-cita dan kembali setelah mengukir nama,” katanya dari pentas. Selain kepala sekolah, panitia penyelenggara dan wakil ketua komite sekolah juga memberikan kata sambutan dalam kesempatan itu.

Sementara para siswa tampil di pentas bergantian menunjukkan kreasi

dan kebolehannya masing-masing. Setiap kelas mulai dari XII IPS 1 hingga IPA 5 tampil di pentas bernyanyi dan menari seraya menyampaikan kesan dan pesan serta kata-kata perpisahan. Mereka mengapresiasi para guru yang telah mendidik mereka dengan hati seraya meminta maaf atas kenakalan dan kejahilan mereka. “Maaf Pak,” kata seorang siswa menyebut nama seorang guru, yang galak. “Ketika Bapak tugas piket, kami sering mengerjai Bapak. Ketika Bapak berada di bagian depan sekolah, kami justru masuk dari belakang. Sementara Bapak berada di belakang, kami masuk dari depan. Sebab sebenarnya banyak Jalan menuju Roma,” katanya yang disambut tawa teman-temannya.

This article was written by ebagi