Serangan di Masjid Quebec

Kehidupan Minoritas Muslim di Kanada

Seperti halnya imigran di negara lain, muslim di Kanada banyak tinggal di daerah perkotaan (97%). Dan berdasarkan jumlah presentase mereka para imigran muslim ini hanya 2% dari jumlah semua imigran yang datang ke Kanada. Pendidikan yang dicapai muslim di Kanada pun tergolong baik, yakni diatas rata-rata nasional. Satu dari empat laki-laki dan seorang dari delapan perempuan adalah lulusan universitas.
Selain itu, perkembangan politik di Kanada berpengaruh pada muslim minoritas disana. Pemerintah menjamin kebebasan warga negarannya untuk menjalankan urusan agama. Sehingga umat muslim di Kanada ikut merasakan kebebasan demokrasi, keragaman alam dan budaya.[3]
Kehadiran umat muslim juga disambut baik dengan warga non muslim, mereka saling menghormati dan menyayangi, seperti saat terjadi insiden kebakaran masjid di Ontario, warga non musim memberi dukungan berupa aktivitas penggalangan dana untuk menyumbang perbaikan masjid tersebut.

C. Permasalahan Umat Islam Di Kanada

Meskipun Kanada termasuk negara yang cukup toleran, tetap saja tidak menutup kemungkinan terjadi tindak diskriminasi ataupun permasalahan sebagai minoritas muslim di negara tersebut.
1. Intimidasi anti-muslim meningkat di Kanada
Pada 22 Oktober 2014, terjadi sebuah serangan gedung parlemen Kanada yang menewaskan seorang polisi. Setelah hal tersebut terjadi, banyak masyarakat khawatir terhadap ekstrimis islam.[4]
2. Serangan di Masjid Quebec
Pada tanggal 29 Januari 2017 terjadi penembakan di Masjid kota Quebec oleh seorang Pria yang bernama Alexandre Bissonnette, ia akhirnya mengaku bersalah sempat melakukan enam pembunuhan dan enam percobaan pembunuhan terhadap umat muslim. Akhirnya ia dihukum dengan dipenjara seumur hidup dengan kemungkinan bebas bersyarat setelah menjalani 35 sampai 42 tahun penjara.

3. Fenomena Islam Fobia
Islam fobia dapat diartikan sebagai ketakutan berlebihan terhadap segala sesuatu tentang islam. Bentuk bentuk Islamfobia yang terjadi yaitu :
kekrasan, vandalisme, bahkan ancaman kekerasan secara fisik. Kaum perempuan muslim di Quebec kerap jadi sasaran cemoohan ketika menggunakan hijab dan pakaian panjang seperti niqab. Tindakan Islamfobia tidak hanya berhenti pada tindakan simbolis seperti membuang kepala babi di pintu masuk sebuah Masjid di Quebec. Sebelumnya, jendela-jendela masjid dipecahkan. Beberapa muslim melaporkan ancaman pembunuhan, serta mobil-mobil jamaah menjadi sasaran vandalism. Hal itu membuat muslim di daerah tersebut merasa terancam.

Recent Posts

This article was written by ebagi