Ratusan Penghafal Al-Quran Kabupaten Solok Diwisuda, Ini Harapan Bupati

Ratusan Penghafal Al-Quran Kabupaten Solok Diwisuda, Ini Harapan Bupati

Ratusan Penghafal Al-Quran Kabupaten Solok Diwisuda, Ini Harapan Bupati
Ratusan Penghafal Al-Quran Kabupaten Solok Diwisuda, Ini Harapan Bupati

Usai menjalani serangkaian tes, sebanyak 764 orang Hafizh dan Hafizah kabupaten Solok akhirnya diwisuda, Selasa (3/9) di Islamic Center Kotobaru.

Hafizh dan Hafizah yang dilantik mulai dari hafalan 1 juz hingga 20 juz dari jenjang pendidikan SD hingga perguruan tinggi pada artikel. Wisuda perdana tersebut langsung dilakukan Bupati Solok H. Gusmal.

Menurut Gusmal, wisuda 1.000 Hafizh dan Hafizah Qur’an merupakan implementasi dari program magrib mengaji subuh berjamaah yang dijalankan selama ini.

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri
Pilkada 2020, Wawako Solok Imbau Semua Pihak Aktif Berpartisipasi
Difasilitasi Dinsos, Tagana Kota Solok Akhirnya Miliki Mako
Unair Temukan Alat Deteksi Virus Corona, Hasilnya dalam Hitungan Jam
BKN: Lulus “Passing Grade” SKD, Pelamar CPNS Belum Tentu Lolos Melaju ke SKB

“Alhamdulillah, Sudah banyak anak-anak kita yang gigih menghafal Al-Quran,

harus terus digalakkan di semua tingkatan pendidikan baik formal maupun non formal,” sebut Gusmal.

Untuk mencetak ribuan penghafal Al-Quran, Pemerintah kabupaten Solok juga tengah gencar menjalankan program penunjang. Tidak hanya magrib mengaji, tapi juga dengan Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP).

SUBP pada dasarnya adalah menggabungkan konsep pendidikan umum

dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Terutama terkait budaya membaca Al-Quran, Sholat berjamaah hingga puasa Sunnah.

“Pendidikan keagamaan merupakan tonggak dalam pembentukan karakter peserta didik untuk mencegah hal-hal negatif, terutama soal pergaulan bebas, LGBT, Narkoba dan perilaku tidak baik lainnya,” sebut Gusmal.

Gusmal berharap, seluruh kalangan mendukung program Hafizh Qur’an. Seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD hingga perguruan tinggi, serta pendidikan non formal seperti MDA dan MDTA.

“Target kita, anak-anak ini tidak hanya hafal Al-Quran, tapi juga tahu arti

dan makna sehingga bisa diimplementasikan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan,” sebut Gusmal.

Sementara itu, Kasubag Bintal bagian Kesra Mardaus mengatakan program Hafizh Qur’an juga bertujuan melahirkan generasi muda kabupaten Solok yang mampu menghafal Al-Quran.

 

Baca Juga :

This article was written by ebagi