PERANAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI

  1. PERANAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI

Menurut ahli ekonomi Klasik maupun neo-Klasik perdagangan internasional dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Perdagangan internasional merupakan “motor pertumbuhan (engine of growth)”. Pendapat klasik ini dapat ditelusuri mulai dari David Hume, Ricardo, Marshall, Edgeworth sampai Harberler.

Ricardo, salah satu penulis klasik mengembangkan teori comparative advantage. Inti dari teorinya adalah setiap negara akan mengekspor barang yang memiliki comparative advantage, yakni barang yang dapat dihasilkan dengan menggunakan faktor produksi yang dimiliki oleh negara tersebut dalam jumlah besar dan mengimpor barang yang comparative advantage-nya kecil. Kedua negar akan memperoleh keuntungan dari perdagangan tersebut. Kenaikan perdagangan akan memperbesar potensi pertumbuhan ekonomi.

Beberapa kritik terhadap pandangan klasik ini, antara lain: pertama, teori klasik masih bersifat statis sehingga tidak dapat menjelaskn proses pertumbuhan yang pada dasarnya bersifat dinamis. Kedua, perdagangan internasional justru menyebabkan ketidakmerataan antarnegara miskin dengan negara maju, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan internasional. Ketiga, perdagangan internasional menyebabkan nilai tukar (term of trade) negara berkembang mengalami penurunan. Hal ini disebabkan ekspornya masih terbatas pada barang barang primer, sedangkan barang impornya berupa barang manufaktur.

Meskipun banyak kritik yang dilontarkan, namun kenyataannya perdagangan internasional tetap memiliki peranan yang cukup besar dalam pertumbuhan ekonomi. Efek pertumbuhan faktor produksi (kasus negara kecil). Pertumbuhan faktor produksi, tercermin pada pergeseran keluar kurva kemungkinan produksi (production possibility curve) yang diikuti pula pergeseran ke atas garis harga. Pergeseran ini akan mengakibatkan negara tersebut mencapai kurva indifferen yang lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi cenderung meningkatkan kesejahteraan negara kecil tersebut.

  1. a)Efek Pertumbuhan Faktor Produksi ( Kasus Negara Kecil)

Pertumbuhan faktor produksi, tercermin pada pergeseran keluar kurva kemungkinan produksi (production possibilities curve) yang dikuti pula pergeseran ke atas garis harga. Pergeseran ini akan mengakibatkan negara tersebut mencapai kurva indifferen yang lebih tinggi. Pertumbuhan ekonomi cenderung meningkatkan kesejahteraan negara kecil.

  1. Efek terhadap Konsumsi

Sebelum terjadi pertumbuhan ekonomi, harga dunia adalah Y0X0 dan negara mencapai tingkat konsumsi yang ditunjukkan pada titik C. Titik tersebut merupakan titik singgung kurva indifferen dan kurva kemungkinan produksi. Garis 0S menggambarkan rasio barang X dan Y yang dikonsumsi.

Pertumbuhan ekonomi dapat menggeser kurva kemungkinan produksi sehingga negara A tersebut dapat berdagang pada harga Y1X1. Kombinasi barang Y dan X yang dikonsumsi tergantung pada kurva indifferen yang dapat menyinggung kurva kemungkinan produksi sepanjang garis Y1X1. Secara skematis kemungkinan titik singgung pada garis Y1X1.

Sepanjang garis KL, konsumsi barang X (barang impor) naik secara absolut, tetapi proporsi barang X terhadap barang Y relatif menurun dengan kenaikan pendapatan. Dengan demikian, pertumbuhan menyebabkan rasio barang X terhadap barang Y menurun (anti trade bias). Pada titik L rasio barang X terhadap barang Y tetap (netral) dan sebaliknya pada garis LM, rasio X/Y menaik (protrade bias).

https://radiomarconi.com/

 

This article was written by ebagi