Pemeriksaan Diagnostik

Pemeriksaan Diagnostik

Beberapa cara pemeriksaan yang dapat membantu menentukan diagnosis pasti antara lain dengan inspeksi, pemeliharaan digitalis, melihat langsung dengan :

  1. Anaskopi atau protoskopi.

Anastetik topikal dan tekanan pada sisi kontralateral akan nampak benjolan – benjolan dibawah mukosa yang seringkali penuh melingkari seluruh lingkaran rektum atau anus.

  1. Rektal toucher (colok dubur)

Colok dubur dapat dilakukan dengan menekan sisi diseberang fisura setelah pemberian anastetik topikal. Bila tidak ada trombus atau infeksi tidak teraba apa – apa karena berupa gelembung pada sub mukosa yang hilang bila ditekan.

  1. Proktosigmoidoskopi

Untuk memastikan bahwa keluhan bukan disebabkan oleh proses radang atau proses keganasan tingkat tinggi karena hemoroid merupakan keadaan fisiologik saja atau tanda yang menyertai.

H.    Penatalaksanaan

Kebanyakan pasien dengan hemoroid (Tingkat I dan II) dapat diobati dengan tindakan local dan anjuran diet. Hilangkan factor penyeabab, misalnya obstipasi, dengan diet rendah sisa, banyak makan makan makanan berserat seperti buah dan sayur, banyak minum, dan mengurangi daging. Pasien dilarang makan makanan yng merangsang. (Mansjoer, 2000 Hal 324).

Therapi hemoroid interna yang simptomatik harus ditetapkan secara perorangan. Hemoroid adalah normal dan oleh karenanya tujuan terapi bukan untuk menghilangkan fleksus hemoroidalis tetapi untuk menghilangkan keluhan.

  1. pasien hemoroid derajat I dan II dapat ditolong dengan tindakan lokal yang sederhana disertai nasehat tentang makan makanan sebaiknya makanan yang berserat tinggi.
  2. Supositoria dan salep anus diketahui tidak mempunyai efek yang bermakna kecuali efek anastetik dan astrigen.
  3. Hemoroid interna yang mengalami prolaps oleh karena edema umumnya dimasukkan kembali secara perlahan – lahan disusul istirahat baring dan kompres lokal untuk mengurangi pembengkakan.
  4. Rendam duduk dengan cairan hangat juga dapat meringankan nyeri.
  5. Skleroterapi

Skleroterapi adalah penyuntikan larutan kimia yang merangsang misalnya 5 % fenol dalam minyak nabati. Penyuntikan diberikan ke sub mukosa di dalam jaringan areolar yang longgar dibawah hemoroid interna dengan tujuan menimbulkan peradangan steril yang kemudian menjadi fibrotik dan meninggalkan parut.

  1. Ligasi dengan gelang karet

Hemoroid yang besar atau mengalami prolapsus dapat ditangani dengan ligasi gelang karet menurut Barron dengan bantuan anoskop, mukosa diatas hemoroid yang menonjol dijepit dan ditarik dan dihisap dalam tabung khusus.

Sumber :

https://finbarroreilly.com/

 

This article was written by ebagi