Keterlambatan Audit (Audit Delay)

Keterlambatan Audit (Audit Delay)

Keterlambatan Audit (Audit Delay)
Keterlambatan Audit (Audit Delay)

Keterlambatan Audit (Audit Delay) merupakan rentang waktu penyelesaian pelaksaan audit laporan keuangan tahunan berdasarkan lamanya hari yang dibutuhkan untuk memperoleh laporan audit independen atas audit laporan keuangan tahunan perusahaan.

            Ketepatan waktu penyusunan atau pelaporan suatu laporan keuangan perusahaan bisa perbengaruh pada nilai laporan keuangan tersebut. Manfaat dari laporan keuangan suatu perusahaan tergantung pada keakuratannya dan ketepatan waktunya. Informasi yang relevan akan bermanfaat bagi para pemakai apabila tersedia tepat waktu sebelum pemakai kehilangan kesempatan atau kemampuan untuk mempengaruhi keputusan yang diambil. Keterlambatan dalam informasi akan menimbulkan reaksi negatif dari pelaku pasar modal. Informasi laba yang dihasilkan perusahaan dijadikan sebagai salah satu dasar pengambilan keputusan untuk membeli atau menjual kepemilikan yang dimiliki oleh investor.

            Proses dalam mencapai ketepatan waktu terutama dalam penyajian laporan auditor independen menjadi semakin tidak mudah mengingat semakin meningkatnya perkembangan perusahaan go public yang ada di Indonesia. Hambatan ini juga terlihat dalam Standar Pemeriksaan Akuntan Publik pada standar ketiga yang menyatkan bahwa audit harus dilaksankan dengan penuh kecermatan dan ketelitian serta pengumpulan alat bukti yang cukup memadai.

Perusahaan yang sudah go public harus menyerahkan laporan keuangan tahunan disertai dengan opini auditor kepada Bapepam. Peraturan Bapepam tersebut diatur dalam undang-undang No.8 tahun 1995 tentang publikasi laporan keuangan tahunan auditan yang bersifat wajib dengan batas waktu 120 hari dari akhir tahun fiskal sampai tanggal diserahkannya laporan keuangan yang telah diaudit ke BAPEPAM. Namun, sejak 30 September 2003, peraturan ini diganti dengan peraturan baru dengan Nomor X.K.2 tentang kewajiban penyampaian laporan keuangan ke BAPEPAM menjadi 90 hari.

Sumber : http://riskyeka.web.ugm.ac.id/seva-mobil-bekas/

This article was written by ebagi