Kepribadian Guru

Table of Contents

Kepribadian Guru

Kepribadian Guru

setiap guru mempunyai kelebihan masing-masing sesuai ciri-ciri pribadiyang mereka miliki sendiri.ciri-ciri inilah yang membedakan dengan guru lainnya. Kepribadian sebenarnya adalah suatu masalah yang abstrak,hanya dapat dilihat lewat dari penampilan, tindakan, ucapan, cara berpakaiaan, dan dalam menghadapi setiap persoalan.

Guru adalah mitra anak didik dalam kebaikan. Guru yang baik, anak didik pun menjadi baik. Tidak ada seorang guru yang ingin atau yang bermaksud menjerumuskan anak didiknya kelembah kenistaan. Karna kemuliaan guru, berbagai gelarpun disandangnya. Guru adalah pahlawan tanpa pamrih,pahlawan tanpa tanda jasa, pahlawan ilmu, pahlawan kebaikan, pahlaawan pendidikan, makhluk serba bisa, atau dengan julukan lain seperti interpreter, artis, kawan, warga Negara yang baik, pembangunan manusia, pembawa kultur, pioner, reformer, dan terpercaya. Seluruh aspek kehidupan adalah “uswatun hasanah”. Pribadi guru adalah uswatun hasanah, kendati tidak sesempurna seperti rasul. Ingat, hanya “hampir” mendekati, buakan seluruh pribadi guru sama dengan pribadi rasul, kekasih allah dan penghulu dari seluruh nabi dan rasul. betapa tingginya derajat seorang guru, sehingga wajarlah seorang guru diberi berbagai julukan yang tidak akan pernah ditemukan pada profesi lain. Semua julukan itu perlu dilestarikan dengan pengabdian yang tulus ikhlas, dengan motivasi kerja untuk membina jiwa dan watak anak didik, bukan segalanya demi uang.

Guru adalah spiritual father atau bapak rohani bagi seorang anak didik. Ialah yang memberikan santapan jiwa dengan ilmu, pendidikan akhlak, an membenarkannya, maka menghormati guru berarti menghormati anak didik kita, dengan guru itulah mereka hidup dan  berkembang, sekiranya setiap guru menunaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Guru yang ideal selalu ingin bersama dengan anak didiknya didalam dan diluar sekolah. Bila melihat anak didiknya menunjukan sikap seperti sedih, murung, malas belajar, sakit, dan sebagainya. Guru merasa prihatin dan tidak jarang pada waktu tertentu guru harus menghabiskan waktunya untuk memikirkan bagaimana pekembangan pribadi anak didiknya. jadi, kemuliaan seorang guru tercermin dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekedar symbol atau semboyan yang terpampang dikantor dewan guru.

Guru dengan kemuliaannya, dalam menjalankan tugas, tidak mengenal lelah. Hujan dan panas bukan rintangan bagi guru yang penuh dedikasi dan loyalitas untuk turun ke sekolah agar dapat bersatu jiwa dalam perpisahan raga dengan anak didik. Guru dan anak didik adalah “Dwi tunggal”. Oleh karna itu, dalam benak guru hanya ada satu kiat bagaimana dengan mendidik anak didik agar menjadi dewasa, yang cakap dan berguna bagi agama, nusa, dan bangsa dimasa depan.

Posisi seorang guru dan anak didik boleh berbeda, tetapi keduanya tetap seiring dan satu tujuan, bukan seiringan tapi tidak satu tujuan. Seiring dalam arti kesamaan langkah dalam mencapai tujuan bersama. Anak didik berusaha mencapai cita-citanya dan guru dengan ikhlas mengantarkan dan membimbing anak didiknya kepintu gerbang cita-citanya. Itulah barangkali sikap guru yang tepat sebagai sosok pribadi yang mulia.


Baca Juga :

This article was written by ebagi