Jenis-jenis Riba

Table of Contents

 Jenis-jenis Riba

Secara garis besar riba dikelompokkan menjadi dua. Masing-masing adalah riba utang-piutang dan riba jual beli. Kelompok pertama terbagi lagi menjadi qardh dan riba jahiliyyah. Sedangkan kelompok kedua, riba jual beli, terbagi menjadi riba fadhl dan riba nasi’ah. Adapun penjelasannya sebagai berikut :

  1. Riba Qardh

Suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang (muqtaridh).

  1. Riba Jahiliyyah

Utang dibayar lebih dari pokoknya, karena si peminjam tidak mampu membayar utangnya pada waktu yang ditetapkan.

  1. Riba Fadhl

Pertukaran antarbarang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda, sedangkan barang yang dipertukarkan itu termasuk dalam jenis barang ribawi.

  1. Riba Nasi’ah

Penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan jenis barang ribawi lainnya. Riba dalam nasi’ah karena adanya perbedaan, perubahan, atau tambahan antara yang diserahkan saat ini dengan yang diserahkan kemudian.[6]

  1. Konsep Riba dan Dasar Keharamannya

Secara bahasa riba berarti al-ziyadah (tumbuh subur, tambahan). Seluruh fuquha sepakat bahwasanya hukum riba adalah haram berdasarkan keterangan yang sangat jelas dalam Al-Quran dan al-Hadis.

Pernyataan Al-Qur’an tentang larangan riba dan perintah meninggalkan seluruh sisa-sisa riba yang terdapat pada surat al-Baqarah ayat 276 yang artinya “ jika kamu tidak meninggalkan sisa-sisa riba maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kamu. Jika kamu bertaubat maka bagimu adalah pokok hartamu. Tidak ada diantara kamu orang yang menganiaya dan tidak ada yang teraniaya.[7]

Jika illat riba adalah dzulm (penindasan dan pemerasan) dan hikmah pengharaman riba adalah untuk menumbuh suburkan shadaqah, maka dengan sendirinya tradisi riba yang diharamkan oleh Al-Qur’an adalah praktek riba yang bertentangan dengan seruan shadaqah.[8]

Sumber :

https://wisatalembang.co.id/xiaomi-berencana-tambah-layanan-purnajual/

This article was written by ebagi