Internal Rate of Return (IRR)

 Internal Rate of Return (IRR)

Selain NPV, kita dapat menggunakan IRR untuk menentukan apakah suatu pilihan investasi layak dilakukan atau tidak. IRR didefinisikan sebagai tingkat pengembangan yang membuat NPV sama dengan nol. Artinya, pada nilai IRR, investasi akan berada pada posisi impas. Agar suatu investasi layak dilakukan, maka nilai tingkat pengembalian yang dihasilkan harus lebih besar dari nilai IRR tersebut. Oleh karena itu, kadang-kadang orang menyebut IRR sebagai tingkat batas keuntungan minimum. Untuk menghitung besarnya IRR, dapat digunakan formula sebagai berikut :

Dimana :

IRR     = Internal Rate of Return

CFt      = aliran kas yang diterima pada periode ke-t

t           = periode waktu yang digunakan

 

Contoh :

Suatu investasi membutuhkan aliran kas keluar sebesar Rp. 100 juta dan dibayarkan sekarang. Dari investasi tersebut diprediksi mampu menghasilkan aliran kas masuk selama tiga tahun masing-masing sebesar Rp. 40 juta. Berapa nilai IRR untuk investasi tersebut ?

0          = -100 + ((40/(1+IRR)1) + ((40/(1+IRR)2) + ((40/(1+IRR)3)

IRR     = 9.7 %

Sehingga agar investasi dikatakan layak, investasi harus mampu memberikan tingkat keuntungan lebih besar dari 9,7%.

  1. Manajemen Modal Kerja
  2. Pengertian Modal Kerja

Modal kerja merupakan besarnya nilai uang yang dibutuhkan untuk mrndukung operasionalisasi suatu bisnis. Tanpa adanya sejumlah uang tersebut, operasionalisasi bisnis akan terganggu, misalnya tidak bisa mendapatkan bahan baku, tidak bisa menyediakan sediaan yang mencakupi, dan tidak tercukupinya kas untuk transaksi.

Jika tidak mendskusikan modal untuk bisnis, maka biasanya kita mengenal dua terminologi, yaitu modal kerja operasional bersih (net operating working capital) dan modal operasi bersih (net operating capital). Modal kerja operasi bersih berfokus pada likuiditas yang mencakupi dalam menunjang bisnis. Untuk mendapatkan besarnya nilai modal kerja operasi bersih, dapat digunakan formula sebagai berikut :

=          Operating Current Assets – Operating Current Liabilities

=          (cash, receivables, inventory) – (account payable, accruals)

Operating Current Asset merupakan aset-aset lancar yang digunakan untuk mendung operasi bisnis, seperti kas, piutang dagang, dan sediaan. Operating Current Liability adalah kewajiban-kewajiban lancar yang biasanya terjadi dalam bisnis pada umumnya, seperti utang dagang dan accruals (kewajiban pembayaran yang dapat diakumulasi, seperti pajak, dan sebagainya).

Contoh perhitungan Modal kerja Operasi Bersih UD. ARVAZETA :

=          (kas + Piutang Dagang + Sediaan) – (Utang Dagang + Accruals)

=          (10.000 + 25.000 + 65.000) – (70.000 + 0)

=          30.000

Jadi, agar kegiatan operasional UD. ARVAZETA dapat berjalan, diperlukan modal kerja operasi sebesar Rp. 30.000.

Sementara itu, modal operasi bersih (net operating capital) menunjukkan besarnya dana yang harus disediakan agar kegiatan operasi bisnis berlangsung, baik dari aspek likuiditasnya maupun aspek penyediaan aset-aset pendukung. Untuk mendapatkan besarnya nilai modal operasi bersih, dapat digunakan formula :

=          (cash, receivables, inventory) – (account payable, accruals) + Fixed Asset

=          Net Operating Working Capital + Fixed Asset

Contoh Penghitungan Modal Operasi Bersih UD. ARVAZETA :

=          (Kas + Piutang Dagang + Sediaan) – (Utang Dagang + Accruals) + (Peralatan + Kendaraan)

=          (10.000 + 25.000 + 65.000) – (70.000 + 0) + (100.000 + 300.000)

=          430.000

Jadi, jika mempertimbangkan bisnis tersebut membutuhkan pengadaan aset-aset tetap, maka dibutuhkan modal operasi sebesar Rp. 430.000. dengan kata lain, kebutuhan permodal UD. ARVAZETA lebih banyak terserap untuk pengadaan aset-aset tetap, sementara untuk kepentingan modal kerja riilnya hanya sebesar Rp. 30.000. Oleh karena itu, dapat dipertimbangkan pemenuhan aset-aset tetap yang dibutuhlan melalui transaksi sewa dan sebagainya.

 

Sumber :

http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/05/aplikasi-gbwhatsapp-terbaru/

This article was written by ebagi