Illat Pengharaman

Illat Pengharaman

Emas, perak, gandum, jelai, kurma dan garam adalah barang-barang pokok yang sangat dibutuhkan oleh manusia dan tidak dapat disingkirkan dari kehidupan. Emas dan perak adalah dua unsur pokok bagi uang yang dengannya transaksi dan pertukaran menjadi teratur. Keduanya adalah standar harga-harga yang kepadanya penentuan nilai barang-barang dikembalikan. Sementara keempat benda lainnya adalah unsur-unsur makanan pokok yang menjadi tulang punggung kehidupan.

Apabila riba terjadi pada barang-barang ini makan akan membahayakan manusia dan menimbulkan kerusakan dalam muamalah. Oleh karena itu, syariat melarangnya, sebagai bentuk kasih sayang terhadap manusia dan perlindungan terhadap maslahat-maslahat. Dari sini tampak jelas bahwa ilat pengharaman emas dan perak adalah keberadaan keduanya sebagai alat pembayaran. Sementara ilat pengharaman benda-benda lainnya adalah keberadaanya sebagai makanan pokok.

Apabila ilat pertama ditemukan pada alat-alat pembayaran lainnya selain emas dan perak maka hukumnya sama dengan hukum emas dan perak sehingga tidak boleh diperjualbelikan kecuali dengan berat yang sama dan diserahterimakan secara langsung. Demikian juga, apabila ilat kedua ditemukan pada makanan pokok selain gandum, jelai, kurma, dan garam maka tidak boleh dijualbelikan kecuali dengan berat yang sama dan diserahterimakan secara langsung. Ma’mar bin Abdullah meriwayatkan bahwa Nabi SAW melarang untuk menjualbelikan makanan kecuali dengan berat yang sama.[9]

  1. Syarat Menghindari Riba

Syarat menjual sesuatu barang supaya tidak menjadi riba, yaitu :

  1. Menjual emas dengan emas, perak dengan perak, makanan dengan makanan yang sejenis, misalnya beras dengan beras, hanya boleh dilakukan dengan tiga syarat, yaitu :
  2. Serupa timbangan dan banyaknya
  3. Tunai
  4. Timbang terima dalam akad (Ijab qabul) sebelum meninggalkan majlis akad
  1. Menjual emas dengan perak dan makanan dengan makanan yang berlainan jenis, misalnya beras dengan jagung, hanya dibolehkan dengan dua syarat, yaitu :
  2. Tunai
  3. Timbang terima dalam akad sebelum meninggalkan majlis akad (taqaabul qablat-tafaaruq)

Keterangan :

Yang dikenai hukum riba hanya pada tiga macam, yaitu emas, perak dan makanan manusia (termasuk makanan yang bukan obat).[10]

  1. Hikmah diharamkannya Riba

Islam mengharamkan riba, karena riba mengandung hal-hal yang sangat negatif bagi perseorangan maupun masyarakat, yakni :

  1. Melenyapkan faedah hutang-piutang yang menjadi tulang punggung gotong-royong atas kebajikan dan takwa.
  2. Sangat menghalangi kepentingan orang yang menderita dan miskin.
  3. Melenyapkan manfaat yang wajib disampaikan kepada orang yang membutuhkan.
  4. Menjadikan pelakunya malas bekerja keras.
  5. Menimbulkan sifat menjajah darikaum hartawan terhadap orang miskin.
    Sumber :https://bogorchannel.co.id/toshiba-jual-bisnis-semikonduktor-ke-bain-capital/

This article was written by ebagi