Formasi dan Tipe-tipe Hutan di Indonesia

Formasi dan Tipe-tipe Hutan di Indonesia

Berdasarkan UU No 41 tahun 1999, hutan adalah suatu ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Pengertian tersebut menjelaskan bahwa hutan di Indonesia dapat terbagi menjadi beberapa tipe dan beberapa formasi yakni sebagai berikut:

1. Tipe Hutan Hujan Tropis (tropical rain forest)

Hutan hujan tropis merupakan hutan daun lebar yang selalu hijau dengan tingkat kerapatan pohon yang tinggi (Schimper AWF, 1989). Hutan hujan tropis terbentuk di wilayah-wilayah beriklim tropis, dengan curah hujan tahunan minimum berkisar antara 1750 mm dan 2000 mm. Sedangkan rata-rata temperatur bulanan berada di atas 18 °C (64 °F) di sepanjang tahun (Woodward et al, 2016).

Pada umumnya wilayah hutan hujan tropis memiliki iklim tipe A dan tipe B dengan dicirikan oleh adanya 2 musim dengan perbedaan yang jelas, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Sebagian besar hutan-hutan tropis di Indonesia merupakan masyarakat kompleks, tempat yang menyediakan pohon dari berbagai ukuran. Tanah di dalam hutan hujan tropis biasanya jenis pedosol, latosol, aluvial, dan regosol. Jenis hutan ini dapat berada pada ketinggian 0–4100 mdpl. Struktur hutan hujan tropis terdiri dari tajuk yang berlapis-lapis. Lapis tajuk yang paling atas terdiri dari pohon-pohon yang muncul di antara lapis tajuk di bawahnya (kedua) dengan tinggi antara 45–60 m. Pohon pada lapis teratas umumnya mempunyai tajuk yang kecil dan tidak teratur dengan sedikit susunan cabang. Lapis tajuk kedua merupakan kanopi utama yang umumnya terdiri dari jenis-jenis pohon yang ramping dengan tinggi antara 30-40 m. Lapisan tajuk di bawahnya terdiri dari jenis-jenis pohon yang sangat toleran, dengan batang yang ramping, tinggi dan tajuk yang kecil, terdapat banyak epifit pada cabang yang tinggi.

Pada lantai hutan banyak terdapat jenis-jenis tumbuhan bawah seperti palem kecil, jenis-jenis bambu, rotan, paku-pakuan dan jenis-jenis lainnya, atau mungkin hampir tanpa tumbuhan bawah. Hutan hujan tropis dikenal juga mempunyai tingkat keanekaragaman yang tinggi, banyak jenis yang belum diketahui dan mempunyai nilai komersil. Apabila terjadi penebangan maka permudaan secara alami dilakukan oleh jenis-jenis yang berbeda dengan jenis-jenis penyusun hutan asli.

This article was written by ebagi