Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Pendidikan Islam

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Pendidikan IslamFaktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Pendidikan Islam

Pendidikan mempunyai tugas menyiapkan sumber daya manusia untuk pembangunan. Terap dan lanmgkah perkembangan selalu di upayakan seirama dengan tuntutan zaman. Perkembangan zaman selalu memunculkan tantangan-tantangan baru, pendidikan selalu diharapkan masalah-masalah baru. Oleh karena itu perlu adanya rumusan-rumusan masalah pokok yang dapat dijadikan pegangan oleh pendidik dalam mengembangkan tugasnya.

Beberapa masalah pokok dalam pendidikan yang perlu diprioritaskan penanggulangannya. [2] yaitu :

1.Masalah pemerataan pendidikan

Masalah pemerataan pendidikan adalah persoalan dimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan.

Masalah pemerataan ini dipandangpenting. Sebab juka Anak-anak usia sekolah memperoleh kesempatan belajar pada SD, maka mereka memiliki bekal dasar berupa membaca, menulis, dan berhitung. Sehingga ahirnya mereka dapat mengikuti perkembangan kemajuan.

Dalam masalah ini R.A Kartini berpandang tentang pendidikan dalam berbagai hal :

Kunci kemejuan bangsa terletak pada pendidikan, Oleh karena itu, seluruh rakyat harus dapat menerima pendidikan secara sesama.

Sistem dan praktik pendidikan tidak mengenal diskriminasi dan siapa saja tidak memendang jenis kelemin, agama, keturunan kependudukan sosial, berhak memperoleh pendidikan.

Pendidikan yang diarahkan pada pencerdasan rakyat secara nasional terbagi kedalam pendidkan formal (Sekolah), pendidika non formal ( Masyarakat), dan pendidikan keluarga.

Pendidikan yang diarahkan kepeda pengetahuan dan keterampilan.

Pendidikan juga hendaknya diarahkan kepeda pembentuk watak dan kepribadian anak atau peserta didik.

2.Masalah mutu pendidikan

Mutu pendidikan sering dipermasalahkan jika hasil pendidikan belum mencapai taraf yang diharapkan. Masalah ini lebih terletak pada masalah pemprosesan pendidikan. misal jika tujuan pendidikan nasional di jadikan kriteria, maka yang menjadi pertanyaan adalah : apakah keluaran dari sistem pendidikan menjadi pribadi yang bertaqwa, mandiri, dan berkarya, anggota masyarakat yang sosial dan bertanggung jawab, warga negara yang cinta tanah air dan memiliki rasa kesetiakawanan sosial.

Pokok permasalahan mutu pendidikan lebih terletak pada masalah pemprosesan pendidikan. Selanjutnya pemprosesan pendidikan di tunjang oleh komponen pendidikan yang terdiri dari peserta didik, tenaga kependidikan, kurikulum, sarana pembelajaran, bahkan juga masyarakat sekitar.

Kurikulum merupakan pemandu utama bagi penyelenggaraan pendidikan secara formal, yang menjadi pedoman bagi setiap guru, kepela sekolah dan pengawas pendidikan dalam menjalankan tugas mereka sehari-hari.

Kurikulum pendidikan seharusnya memiliki dua komponen pokok. Yakn : komponen pendidikan umum dan komponen pendidikan islam. [3]

Dalam pendidikan Islam Abdurrahman Al-Nahlawi memberikan acuan prinsip-prinsip dasar dan membuat kurikulum yaitu :

Sistem dan pembangunan kurikulum hendaknya memperhatikan fitrah manusia, agar tetap berada dalam kesuciannya dan tidak menyimpang.

Kurikulum hendaknya mengacu pada pencapaian tujuan akhir pendidikan islam sambil memperhatikan tujuan-tujuan dibawahnya.

Kurikulum perlu disusun secara bertahap mengikuti periodisasi perkembangan peserta didik.

Kurikulum hendaknya realistis.

Kurikulum hendaknya efektif untuk mencapai tingkah laku yang positif.

Kurikulum hendaknya memperhatikan kepentingan nyata di masyarakat seperti kesehatan, keamanan, administrasi, dan pendidikan.

Kurikulum hendaknya memperhatikan tingkat perkembangan peserta didik baik fisik, emosional, ataupun intelektualnya

Kurikulum hendaknya memperhatikan aspek-aspek tingkah laku amaliah islam.[4]


Baca juga:

This article was written by ebagi