Fakta Tentang Tanggal Kedaluwarsa

Setiap produk makanan kemasan harus menyertakan tanggal kedaluwarsa. Tanggal kedaluwarsa adalah batas aman dari makanan yang dikonsumsi. Jika tanggal tersebut telah berlalu, makanan menjadi tidak layak untuk dikonsumsi. Tetapi bisakah Anda benar-benar memahami apa yang terjadi dengan tanggal kedaluwarsa? Keyakinan Anda mungkin sangat salah, jadi pelajari lebih lanjut tentang pengakhiran di sini.

1. Beberapa ketentuan untuk tanggal kedaluwarsa

Ada banyak kondisi yang menunjukkan tanggal kedaluwarsa pada setiap produk makanan. Yang perlu Anda ketahui adalah bahwa setiap kata ini dapat berarti sesuatu yang berbeda. Sebagai berikut:

Tanggal “Penjualan”, yang berarti berapa lama produk ini dapat ditampilkan di toko. Karena itu, sebagai pelanggan, Anda harus membeli sebelum tanggal kedaluwarsa produk. Namun, penyimpanannya layak dan kondisi produk masih bagus (termasuk kesegaran, rasa dan konsistensi), aman untuk makan produk makanan bahkan setelah beberapa hari setelah tanggal ini. “Jual” adalah tanggal terakhir bahwa produk memiliki tingkat kualitas tertinggi.

“Best Used” atau “Best Before” menurut tanggal berarti bahwa produk makanan dimakan jauh sebelum tanggal tersebut karena tanggalnya (dalam kaitannya dengan kesegaran, rasa dan tekstur) sangat baik sebelum tanggal tersebut. Contohnya, roti dapat dikonsumsi walaupun tanggal telah lewat tetapi kualitasnya masih bagus (tidak dicetak).

Tanggal adalah “dengan menggunakan”, yang berarti tanggal terakhir untuk menggunakan produk ini. Setelah tanggal ini, kualitas produk (termasuk rasa dan tekstur) akan menurun.
Tanggal kedaluwarsa atau “kedaluwarsa”, yang berarti “mengekspresikan”, berarti bahwa produk ini tidak akan dikonsumsi setelah tanggal ini, makanan harus segera dibuang. Ini adalah tanggal keamanan pangan. Mereka biasanya muncul dalam makanan siap saji atau kemasan.

2. Tanggal “Terbaik sebelum” untuk produk yang belum dibuka

Seringkali ketika Anda melihat produk makanan bertanggal “terbaik sebelum” atau “sebelum digunakan dengan baik”, tanggal ini hanya berlaku untuk produk yang belum dibuka. Jika produk telah dibuka dan kemudian disimpan, tidak disarankan untuk memeriksa tanggal ini.

Makanan yang telah dibuka lebih mungkin terkontaminasi (misalnya, dari udara). Oleh karena itu, kualitas makanan dapat dikurangi sebelum tanggal “terbaik sebelum”, terutama jika makanan tidak disimpan dengan benar. Rasa, rasa, kesegaran, aroma dan nutrisi dalam makanan dapat berubah setelah kontak dengan udara dalam waktu yang lama.

Untuk mengurangi kualitas makanan atau menghindari makanan berjamur, Anda harus menggunakan produk makanan yang telah Anda buka segera. Atau, jika tidak, Anda harus menyimpan produk makanan dengan benar sesuai dengan instruksi pada paket.

3. Makanan yang telah melewati tanggal “terbaik sebelum” masih bisa dimakan

Tanggal “terbaik sebelum” atau “terbaik digunakan sebelum” tidak mengacu pada keamanan pangan tetapi pada kualitas makanan. Jadi, bahkan jika tanggal telah berlalu tetapi kualitas makanan masih bagus, Anda masih bisa mengkonsumsi makanan. Ini berbeda dari tanggal “kedaluwarsa”, yang juga menunjukkan keamanan pangan.

Misalnya, Anda dapat mengonsumsi susu dan yogurt dengan aman selama 2-3 hari sejak tanggal “sebelum digunakan”. Tapi, dengan catatan, kemasan produk tidak terbuka dan kualitas susu masih bisa tercapai. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang makanan ini, buang saja.

4. Tapi, ada beberapa fitur yang perlu diperhatikan

Makanan yang rentan terhadap kontaminasi tidak boleh digunakan “sebelum baik” atau setelah tanggal “terbaik sebelum”. Beberapa makanan ini seperti ikan segar, kerang, dan daging.

Yang penting adalah memperhatikan diet Anda sebelum menggunakannya, terutama jika makanan melewati tanggal “terbaik sebelum”. Secara umum, jika warna, tekstur, rasa, atau bau makanan telah berubah, itu berarti makanan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi. Kemasan makanan yang telah rusak (terutama kemasan yang disiapkan) juga dapat menunjukkan bahwa makanan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak memberikan saran medis, diagnosa atau perawatan. Silakan lihat halaman Kebijakan Editorial kami untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga: