Efek terhadap Produksi

Efek terhadap Produksi

Jumlah serta proporsi faktor produksi (modal dan tenaga kerja) yang dimiliki suatu negara menentukan kapasitas produksi negara tersebut yang tercermin pada kurva kemungkinan produksi. Ada tiga bentuk pertumbuhan faktor produksi, yakni pertumbuhan hanya pada satu faktor produksi saja, pertumbuhan kedua faktor secara proporsional dan pertumbuhan secara proporsional sama dengan yang telah digunakan pada industri tertentu.

  1. Pertumbuhan hanya pada satu faktor produksi.

Pada gambar 10.2a ditunjukan pergeseran secara horisontal gambar Edgeworth Box dari XL0 ke XL1 sebagai akibat adanya kenaikan jumlah tenaga kerja. Karena intensitas penggunaan faktor produksi tidak berubah, maka garis dari titik X (garis ray) yakni XB merupakan kepanjangan garis XA dan Y0A bergeser paralel menjadi Y1B, tetapi lebih pendek dari garis XA dan XB.

Pada gambar 10.2b perubahan diatas ditunjukan dengan penurunan secara absolut produksi barang Y meskipun Negara itu mengalami pertumbuhan faktor produksi. Kenyataan ini timbul sebagai konsekuensi adanya anggapan fungsi produksi yang linear homogeneous dan deminishing return faktor produksi tenaga kerja. Akibatnya, ratio L0L1/XL0 lebih besar daripada X0X1/OX1. Barang Y (yang sifatnya padat modal) maksimum yang dapat dihasilkan secara relatif lebih kecil daripada barang X. Hal ini disebabkan berlakunya hukum diminishing return untuk tenaga kerja lebih besar daripada barang Y. Dalam gambar kurva 10.2.d kurva kemungkinan produksi bergeser lebih besar pada bagian sumbu X.

Dalam keseimbangan harga dan intensitas penggunaan faktor produksi sama di berbagai negara yang memiliki faktor produksi yang sama. Pada keseimbangan yang baru dengan membandingkan garis XA dan XB dengan Y0A dan Y1B. Output X naik, yang ditunjukkan dengan XB>XA, sedangkan output Y turun.

Analisis demikian itulah yang kemudian dikenal dengan nama teori Rybczynski,yang mengatakan bahwa pertumbuhan dalam salah satu faktor produksi akan selalu mengakibatkan penurunan produksi barnag yang menggunakan faktor produksi yang tidak bertambah. Dengan demikian teori ini adalah penjelasan lebih lanjut teori Hecksher-Ohlin apabila ada penambahan salah satu faktor produksi.

  1. Pertumbuhan kedua faktor produksi secara proporsionil.

Gambar 10.3 menunjukan efek pertumbuhan kedua faktor produksi secara proporsionil.

Edgeworth Box bergeser proporsionil dengan perubahan kedua faktor produksi, yakni dari XK0 menjadi XK1 dan XL0 menjadi XL1, dimana K1K0/K0X = L0L1/XL0. Tanpa adanya perubahan harga barang dan intensitas penggunaan faktor , maka XY0 dan XY1 terletak pada satu garis dan Y0A dan Y1B sejajar. Dengan anggapan adanya constant return to scale, maka output akan naikproporsionil dengan kenaikan faktor produksi.

  1. Pertumbuhan kedua faktor produksi proporsionil dengan yang digunakan pada industri barang Y.

Kondisi ini digambarkan dengan menggeser sumbu Y0 ke atas pada garis yang sama. Dari ulasan ulasan diatas nampak adanya efek pertumbuhan pada produksi, konsumsi dan perdagangan internasional. Pertumbuhan salah satu faktor produksi akan mengakibatkan produksi barang yang tidak banyak menggunakn faktor produksi tersebut.

  1. b)Kasus Pertumbuhan Negara Besar

Salah satu anggapan analisa efek pertumbuhan terhadap perdagangan internasional di atas adalah negara A (negara kecil) di mana pertumbuhan yang dialaminya tidak mengalami pengaruh terhadap harga pasaran dunia.

Keadaan mula mula negara A dan B digambarkan dengan offer curve yang bergaris tebal dengan harga relatif OT. Pertumbuhan terjadi di negara A sedangkan negara B tetap. Tergantung pada jenis fungsi produksi barang X dan Y serta perbandingan relatif penggunaan faktor produksi modal dan trenaga kerja satu set kurva indiferen di negara A dapat menghasilkan kurva indiferen yang baru, dapat terletak di dalam ataupun di luar yang lama seperti A” atau A’. Pada kondisi pertama (offer curve A” bagi negara A) dengan offer curve negara B tetap, maka dasar tukar (term of trade) negara A lebih baik, dan dalam keadaan keseimbangan negara A apat memperoleh barang impor X lebih baanyak untuk sejumlah tertentu barang ekspor Y. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pertumbuhan ekonomi satu negara besar dapat menaikkan atau menurunkan kesejahteraan negara tersebut.

https://9apps.id/

This article was written by ebagi