Daya refleksi

Table of Contents

Daya refleksi

Daya refleksi
Daya refleksi

Menurut Montigue, La plus grande chose du monde c’est de scavoir être â say. Masalah paling sulit dalam hidup ialah mengenal diri sendiri. Karena itu, berani bertanya tentang diri menunjukkan kearifan manusia. Dalam olah spiritual, lazimnya kita dipandu pertanyaan sederhana ”Siapakah aku?”, ”Apa kekuatanku?”, ”Apa kelemahanku?”, ”Apa kesempatanku?”, ”Apa saja ancaman yang siap melumatku?”. Akhirnya, ”Aku di mana dan akan menuju ke mana (visi hidup)?”

Lagi-lagi, kalimat tanya memperlihatkan dayanya, yakni daya refleksi. Refleksi menyehatkan jiwa—lalu raga—manusia. Dalam ranah sosial-politik dan kehidupan bersama, refleksi diri secara kolektif pun perlu dilakukan demi menjaga kesehatan jiwa raga kolektif masyarakat.

Situasi Indonesia mutakhir seharusnya menginkubasi kalimat-kalimat tanya reflektif-kolektif mulai dari ”Apakah aku menaruh sampah di tempatnya?”, ”Apakah aku membayar pajak sesuai aturan?”, ”Apakah aku menghemat listrik dan BBM?”, ”Apakah aku berlalu lintas dengan tertib?”, ”Apakah aku mencuri hak orang lain?”, ”Bersihkah aku dari korupsi?”, ”Layakkah aku menjadi wakil rakyat?”, Pantaskah aku menjadi presiden?”

Sumber : https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/traffic-fever-apk/

This article was written by ebagi