Cara Agar Anak Bisa Menepati Janji

Cara Agar Anak Bisa Menepati Janji

Ada 5 teknik yang dapat Anda kerjakan untuk mengajar anak menepati janji. Yuk disimak bersama!

Lebih dulu tetapkan kesepakatan bersama

Menetapkan urusan yang disepakati bareng ini paling penting. Di samping itu, kesepakatan tersebut pun adalahdasar dari masing-masing tindakan yang mesti dipatuhi oleh anak. Bahasakan secara simpel dan konkret supaya mudah dicerna anak. Misalnya, anak melulu boleh santap permen pada akhir pekan atau saat ayah dan ibu terdapat di lokasi tinggal dan tidak bekerja.

Berikan dalil jelas dan sederhana

Jangan menggunakan dalil yang mengancam anak, sebab ini dapat menimbulkan pemahaman yang salah terhadap sebuah hal. Berikan dalil yang jelas dan sederhana, sehingga gampang dimengerti anak. Sebagai contoh, anak bertanya kenapa ia melulu boleh santap coklat ketika ayah ibu libur. Anda dapat menjawab, sebab saat hari cuti anak dapat pergi bareng ayah ibu untuk melakukan pembelian coklat dan memakannya bersama-sama.

Ajarkan anak ingat pada janjinya

Ingatkan anak pada janji atau kesepakatan bareng dengan nada lembut namun tegas. Ancaman tidak pernah membuahkan hasil di samping anak melulu merasa fobia tanpa dalil yang jelas. Contohnya, si kecil disuruh pergi oleh tantenya. kita mengingatkan anak bahwa ia boleh santap apa pun, asal tidak coklat dan permen. Katakan saja, “Bilang sama Tante, Kakak boleh beli kue atau biskuit. Coklat melulu boleh bila sama ibu ya.”

Tetapkan dan sepakati konsekuensinya

Dalam masing-masing kesepakatan, sampaikan pula konsekuensi yang bakal ia dapatkan andai tidak menepati janjinya. Misalnya, anak tak sempat bahwa ia melulu boleh menyaksikan Youtube saat bareng Anda. Rupanya dia telah nonton lewat ponsel kakeknya. Sebagai konsekuensi, ketika waktu menyaksikan Youtube tiba, anak tidak dapat melakukan urusan tersebut. Ia melulu boleh bermain atau menyimak buku, namun tidak menyaksikan Youtube. Satu hal, konsekuensi bukanlah hukuman, namun respons terhadap perbuatan anak. Anak juga sadar apa yang ia kerjakan bisa dominan pada urusan lainnya.

Konsisten ialah kunci

Tidak melulu anak yang mesti menepati janji, Anda juga demikian. Anda butuh bersikap konsisten pada kesepakatan mula yang sudah ditentukan. Memiliki “hati yang kuat” supaya bisa mengawal komitmen pada kesepakatan pun harus datang dari Anda. Usir jauh-jauh rasa tidak tega, terutama andai memang apa yang tengah kita dan si kecil kerjakan ini bersangkutan dengan upaya mendisiplinkan dirinya.

Melatih anak menepati janji memang tidaklah mudah. Konsisten menjadi kunci utama keberhasilan dalam membudayakan anak mematuhi kesepakatan yang sudah dibuat. Terakhir, tidak boleh lupa puji anak sesudah ia dapat menepati janjinya. Respons positif bakal memperkuat perilaku anak, sampai-sampai ia dapat sungguh mengetahui pentingnya memegang janji yang sudah dibuat.

Sumber : http://alpha.astroempires.com/redirect.aspx?https://www.pelajaran.co.id/

This article was written by ebagi