Bentuk-bentuk Waris

Bentuk-bentuk Waris

  1. Hak waris secara fardh (yang telah ditentukan bagiannya).
  2. Hak waris secara ‘ashabah (kedekatan kekerabatan dari pihak ayah).
  3. Hak waris secara tambahan.
  4.  waris secara pertalian rahim.
  1. RukunWaris ada tiga:
  2. Pewaris, yakni orang yang meninggal dunia, dan ahli warisnya berhak untuk mewarisi
    harta peninggalannya.
  3. Ahli waris, yaitu mereka yang berhak untuk menguasai atau menerima harta
    peninggalan pewaris dikarenakan adanya ikatan kekerabatan (nasab) atau ikatan pernikahan, atau lainnya.
  4. Harta warisan, yaitu segala jenis benda atau kepemilikan yang ditinggalkan pewaris,
    baik berupa uang, tanah, dan sebagainya.
  1. Syarat Waris

Syarat-syarat waris juga ada tiga:

  1. Meninggalnya seseorang (pewaris) baik secara hakiki maupun secara hukum (misalnya
    dianggap telah meninggal).
  2. Adanya ahli waris yang hidup secara hakiki pada waktu pewaris meninggal dunia.
  3. Seluruh ahli waris diketahui secara pasti, termasuk jumlah bagian masing-masing.

Syarat Pertama: Meninggalnya pewaris

Yang dimaksud dengan meninggalnya pewaris –baik secara hakiki ataupun secara hukum– -ialah bahwa seseorang telah meninggal dan diketahui oleh seluruh ahli warisnya atau sebagian dari mereka, atau vonis yang ditetapkan hakim terhadap seseorang yang tidak diketahui lagi keberadaannya. Sebagai contoh, orang yang hilang yang keadaannya tidak diketahui lagi secara pasti, sehingga hakim memvonisnya sebagai orang yang telah meninggal.

 

Recent Posts

This article was written by ebagi