Aldira Jatuh Hati pada Desain Grafis

Aldira Jatuh Hati pada Desain Grafis

Aldira Jatuh Hati pada Desain Grafis
Aldira Jatuh Hati pada Desain Grafis

BANYAK orang sukses yang belajar secara otodidak. Ini pula yang dialami siswa SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Muham­mad Aldira Ziebarizky. Dia tertarik pada desain grafis sejak SMP.

Remaja kelahiran Garut, 5 juni 2001 ini terus berusaha mencari referensi tentang desain grafis di internet. Awal ketertarikan Aldira terhadap bidang desain karena waktu duduk di bangku SMP ada lomba membuat poster di SMAN 1 Kota Tasikmalaya.

”Ternyata saya menjadi juara kelima. Dari sana saya merasa tertantang untuk terus

menggali bidang desain gra­fis. Sampai sekarang saya jatuh hati pada bidang ini,” ungkap Aldira seperti dilansir laman Disdik Jabar, kemarin.

Saat masuk SMAN 1 Kota Tasikmalaya ia ingin terus mempelajari desain grafis. Saat Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dia merasa terpanggil untuk mengikutinya. Yakni pada kategori desain poster.

Dia pun mendaftar dan mengikuti lomba FLS2N di tingkat kota/kabupaten. Tak dinyana dia menjadi juara dan mewakili Kota Tasikmalaya ke tingkat provinsi.

Ada hal yang unik dari kisah putra dari pasangan Endah Saadah dan Suryana ini saat mengikuti FLS2N di tingkat provinsi. Ia tidak memiliki ide menuangkan tema yang di­berikan juri pada desain gra­fis poster.

”Waktu untuk menggambar selama 4 jam. Selama 3 jam saya tidak menggambar apa-apa,

karena pikiran ini buntu. Saat masuk waktu istirahat dan salat, saya salat dulu. Baru setelah salat saya ada ide. Hanya satu jam saya meny­elesaikan tugasnya,” kata siswa kelas 12 IPA ini.

Ternyata, desain posternya mendapat nilai tertinggi dari juri. Aldira dinyatakan menang dan menjadi wakil Jabar ke FLS2N tingkat Nasional di Aceh akhir Agustus 2018 lalu.

Tema FLS2N tingkat pro­vinsi kategori desain poster adalah toleransi. Toleransi yang dia gambarkan adalah melalui pohon dengan akar yang kuat.

”Karena toleransi tidak per­nah diajarkan. Toleransi harus dialami dan dirasakan.

Tole­ransi membangun negeri.” Demikian kata-kata dalam poster yang dibuatnya saat lomba FLS2N tingkat pro­vinsi.

Aldira yang ingin melanjut­kan kuliahnya ke Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini sudah sedikit merasakan kesuksesan dari kelihaiannya dalam mendesain. Ia kini su­dah mendapat orderan desain dari teman-teman sekelasnya untuk buat desain kaos sera­gam.

”Ada juga teman-teman FL2SN yang minta didesain­kan logo atau desain kaos. Ada juga perusahaan konveksi. Seringnya minta didesainkan kaos,” katanya.

 

Sumber :

http://www.coach-outlet.com.co/e-government-in-estonia-case-study/

This article was written by ebagi