Tingkatkan Mutu Pendidikan di NTT, Kemendikbud Gelontor Dana Rp 959 M

Tingkatkan Mutu Pendidikan di NTT, Kemendikbud Gelontor Dana Rp 959 M

Tingkatkan Mutu Pendidikan di NTT, Kemendikbud Gelontor Dana Rp 959 M
Tingkatkan Mutu Pendidikan di NTT, Kemendikbud Gelontor Dana Rp 959 M

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan

di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya, dengan mengalokasikan dana Rp 959 miliar tahun 2018 ke sana.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam kunjungannya ke Kupang, Minggu (7/1), mengatakan alokasi anggaran itu diharapkan bisa berkontribusi dalam mengejar ketertinggalan sektor pendidikan NTT dibanding provinsi lainnya.

“Alokasi anggaran Rp959 miliar untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan mempercepat ketertinggalan dari provinsi lainnya,” ujarnya.

Dana sebesar itu, katanya, diperuntukkan untuk pembangunan unit sekolah baru

(USB) mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah kejuruan (SMK), sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah luar biasa (SLB).

Mengenai tehnis penyalurannya, bantuan akan diberikan dalam bentuk swakelola dan diserahkan langsung kepada kepala sekolah bersama komite sekolah.

Untuk pembangunan USB akan melibatkan SMK setempat yang memiliki jurusan konstruksi, serta perguruan tinggi yang memiliki jurusan Arsitektur dan Sipil. Tugas mereka nantinya untuk merancang sekaligus mengawasi jalannya pelaksanaan pembangunan.

“Kita sudah menurunkan tim untuk melakukan pengkajian konstruksi

yang ideal di NTT,” katanya.

Dengan kondisi cuaca yang panas, mungkin dinding gedek sebenarnya lebih bagus dibandingkan dengan tembok permanen. “Kalau di sini ada yang meneliti soal ini, sebetulnya bisa menjadi keunggulan dan kearifan lokal tersendiri,” papar Muhadjir.

Anggaran pendidikan juga akan dialokasikan untuk peningkatan kualitas dan kompetensi guru baik berupa pelatihan, lokakarya dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan hasil Ujian Nasional (UN) di NTT masih di bawah rata-rata nasional, walaupun tingkat kejujuran dan integritasnya bagus.

“Tingkat integritas saat ini sudah tidak lagi relevan setelah ujian menggunakan komputer. Jadi kita akan prioritaskan sarana dan peralatan komputer agar sekolah di NTT melaksanakan ujian dengan komputer semakin bertambah. Itu salah satu cara untuk memperkecil kemungkinan terjadinya kecurangan,” pungkasnya.

 

Baca Juga :

This article was written by ebagi