Teknik Yang Digunakan Dalam Konseling Kelompok

Beberapa Teknik Yang Digunakan Dalam Konseling Kelompok (Bimbingan Konseling)

 

Teknik Yang Digunakan Dalam Konseling Kelompok

Berikut ini adalah beberapa Teknik atau cara yang sering dan dapat digunakan (situasional) untuk kegiatan konseling kelompok dalam bimbingan dan konseling

1. Teknik Re-inforcement (penguatan)

Salah satu metode dalam menstimulasi spontanitas dan interaksi antara anggota kelompok adalah dengan membuat pernyataan verbal ataupun non verbal yang bersifat menyenangkan. Cara ini sangat membantu ketika memulai konseling pada kelompok baru.

Contoh :

Verbal :“super sekali”
Non verbal : acungan jempol

2. Teknik Summary ( Meringkas)

Summary adalah kumpulan dari dua tema masalah atau lebih dan refleksi yang merupakan ringkasan dari pembicaraan konseli .Teknik ini digunakan selama proses konseling terjadi. Setelah anggota kelompok mendiskusikan topic yang dibahas, konselor kemudian meringkas apa yang telah dibicarakan.

Contoh :

Konselor menginginkan kelompok nya untuk membuat ringkasan yang telah dibahas.

3. Teknik Pick-Up

Konselor mengutip atau mengambil apa yang telah disampaikan anggota dan menggunakannya sebagai pernyataan pendahuluan untuk pernyataan baru.

Contoh:

Konseli :“saya pergi menonton bioskop dari berbagai bioskop. Saya merasa itu adalah suatu film yang sangat bagus”.
Konselor :“Berapa banyak diantara kalian yang juga sudah menonton film itu ? Tunjukkan tangan!”
Cara ini bisa dikembangkan untuk berbagai topik lain, misalnya mengenai cita-cita dan pengembangan karier, pendidikan lanjutan dan minat, serta hal yang lainnya. Konseli biasanya akan memahami topik diskusi lebih baik karena ia berada dalam topic pembicaraan itu.

4. Ability potential response

Dalam suatu ability potential response, konselor menampilkan dan menunjukkan potensi konseli pada saat itu untuk dapat memasuki suatu aktivitas tertentu. Suatu ability potential response merupakan suatu respon yang penuh support dari konselor, dimana konselor dapat secara verbal mengakui potensi atau kapabilitas konseli untuk melakukan sesuatu.

5. Teknik Probing

Teknik Probing seringkali digunakan dimana saja. Kepada konseli diajukan pertanyaan-pertanyaan pengarahan sehingga diperoleh jawaban yang ditetapkan. Teknik ini dapat digunakan sebagai teknik pendahuluan untuk menstimulasi minat anggota terhadap materi yang ingin diberikan oleh konselor.

Dalam mengajukan pertanyaan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika konselor ingin mengarahkan konseli memperoleh jawaban khusus yang tepat. Konselor membuat suatu keadaan dan membawa opini konseli kedalam suatu keadaan yang mengarah kepada jawaban atas pertanyaan, sampai diperoleh jawaban selektif

Contoh:“Apa, bagaimana, siapa, bilamana atau dimana”. Pertanyaan hendaknya bersifat terbuka. Melalui probe, dapat diperoleh lebih banyak informasi.

6. Refleksi perasaan

Teknik ini digunakan untuk membuat kembali perasaan-perasaan yang diungkapkan oleh konseli melalui pernyataan konselor “saya paham maksud pernyataan anda”. Perasaan-perasaan dapat diungkapkan dengan jelas oleh konseli seperti “saya bimbang, ragu, marah, sedih dan sebagainya. Biasa juga tidak diungkapkan secara verbal, dapat dilihat dari tingkah lakunya atau nada suaranya. Maksud penggunaan teknik ini agar konseli dapat lebih mengungkapkan perasaan-perasaannya.

7. Teknik Diskusi

Diskusi kelompok merupakan bentuk konseling dimana konselor melaksanakan konseling dengan cara diskusi kelompok. Teknik ini biasa digunakan dalam satu atau dua sesi konseling kelompok untuk menanyakan informasi yang penting. Penekanannya bukan pada diskusi, tetapi pada penjelasan hal-hal yang belum dipahami oleh kelompok.

 

Sumber : https://www.dosenpendidikan.co.id/

This article was written by ebagi