Peserta RNPK 2016 Bawa Misi Daerah untuk Dibahas Bersama

Peserta RNPK 2016 Bawa Misi Daerah untuk Dibahas Bersama

Peserta RNPK 2016 Bawa Misi Daerah untuk Dibahas Bersama
Peserta RNPK 2016 Bawa Misi Daerah untuk Dibahas Bersama

Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2016

akan dibuka malam ini, Minggu (21/02/2016). Ratusan peserta mulai berdatangan memadati Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemendikbud di Sawangan, Depok, untuk melakukan registrasi.
Salah satu peserta RNPK 2016, Martinus Mon, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara mengatakan, ada beberapa agenda yang dibawa untuk dibahas di acara ini. Dua agenda yang paling mendesak untuk didiskusikan adalah peningkatan kualitas guru dan ujian nasional berbasis komputer.

Martinus mengatakan, untuk penyiapan sumber daya manusia

dalam hal ini guru yang berkualitas, Kabupaten Maluku Tenggara berharap mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Dari hasil uji kompetensi guru (UKG), diketahui bahwa Kabupaten Maluku Tenggara termasuk daerah dengan nilai terendah. “Oleh karena itu kebijakan kementerian terkait peningkatan SDM diproritaskan,” katanya saat diwawancarai usai melakukan registrasi.
Agenda lain, Martinus menyebut ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Kabupaten Maluku Tenggara, katanya, telah mengusulkan tiga sekolah untuk ikut dalam UNBK tahun ini. Namun dari hasil verifikasi yang dilakukan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik), ketiga sekolah tersebut belum masuk dalam kategori sekolah standar untuk UNBK.

Meskipun belum dapat mengikuti UNBK tahun ini, Martinus mengatakan bahwa

pemerintah kabupaten Maluku Tenggara terus melakukan upaya peningkatan sarana dan prasarana. Dari jumlah komputer misalnya, pemerintah daerah terus berusaha memenuhi kebutuhan dengan menambah perangkat yang digunakan untuk UNBK tersebut.
“Ada kebijakan kita untuk melakukan itu,” katanya.
Tak hanya peserta, panitia dari Kemendikbud juga melakukan berbagai persiapan menjelang pembukaan RNPK malam ini. Salah satunya adalah pameran yang bertajuk Gelaran Ekosistem Pendidikan dan Kebudayaan, yang akan dan dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pukul 17.00 WIB. (Aline Rogeleonick)

This article was written by ebagi