Peran Guru dalam Memahami Siswa Sebagai Dasar Pembelajaran

Peran Guru dalam Memahami Siswa Sebagai Dasar Pembelajaran

Peran Guru dalam Memahami Siswa Sebagai Dasar Pembelajaran
Peran Guru dalam Memahami Siswa Sebagai Dasar Pembelajaran

A. Definisi dan Makna Perkembangan

pengertian perkembangan mengandung implikasi bahwa perubahan yang bersifat perkembangan adalah perubahan yang beraturan atau terpola mengikuti tahap atau sekuensi tertentu.
Perkembangan adalah proses yang kompleks karena perkembangan merupakan hasil dari berbagai proses berfikir kognitif, proses biologis, sosial, moral, dalam pandangan lama ada 3 bagian yaitu :
1. pertumbuhan dan perkembangan fisik ( badaniah dan ketrampilan motorik )
2. perkembangan aspek kognitif ( belajar, bahasa dan berfikir )
3. perkembangan psikososial ( emosi, kepribadian dan hubungan antar pribadi )

B. Aspek-Aspek Perkembangan Anak Sekolah Dasar

1. aspek motorik dan persepsi
Pada masa sekolah dasar perkembangan motorik anak menjadi lebih terkoordinasi dan pada masa ini anak lebih siap mempelajari berbagai keterampilan misalnya dalam ketrampilan motorik kasar anak laki-laki biasanya lebih unggul dari pada wanita sebaliknya dalam ketrampilan motorik halus anak wanita lebih unggul.
2. implikasi bagi proses pembelajaran
Ada beberapa implikasi :
– perkembangan motorik
– faktor pertumbuhan otak
– faktor kemampuan konsentrasi dan daya subjektivitas anak

C. perkembangan kognitif dan kesiapan belajar

Perkembangan kognitif adalah perubahan struktur skema yang pada dasarnya kemampuan/ kecakapan seseorang untuk beradaptasi terhadap lingkungan.
Plaget mendiskripsikan perkembangan kognitif menjadi empat periode :
1. periode sensomotorik ( 0 – 11/2 tahun)
2. periode operasi awal ( 11/2 – 7 tahun )
3. periode operasi konkrit ( 7 – 12 tahun )
4. periode operasi formal ( 12 tahun keatas )

Kesiapan belajar dan implikasi sebagai pembelajaran mengingat tahap perkembangan kognitif seperti itu peserta didik dharapkan mampu mengorganisasikan hasil berfikir dan berperilaku secara konsisten dan logis dengan jalan menghadapkan anak pada tugas –tugas serta tingkat paling dekat dengan tahap perkembangan pada saat ini.

D. perkembangan pribadi dan sosial

Perkembangan pribadi menyangkut konsep diri, emosi, independensi dan tanggung jawab . Dalam aspek-aspek konsep diri siswa masih cenderung berorientasi pada dri sendiri serta keinginan untuk menonjolkan diri masih cukup tinggi. Dalam aspek emosi anak sekolah dasar cenderung belum stabil serta tidak toleran terhadap orang lain. Dalam aspek kesadaran dan tanggung jawab tampak pada hsarat untuk menentukan kegiatan sendiri, mengambil inisiatif, kesediaan bekerja sama, keberanian mengambil resiko dan sikap tidak tergantung pada guru.Dampak dalam aspek sosial bisa dilihat dari hubungan sosial karakteristik kelompok dan perkembangan etika.

E. pendekatan perkembangan dalam pembelajaran di sekolah dasar

Pada hkikatnya perkembangan siswa sekolah dasar bersifat holistis dan masih mneyatu dengan dunianya, maka isi mata pelajaran sekolah dasar adalah sesuatu yang terpadu dengan kehidupan anak dan inti dari materi pembeljaran terletak pada subjek anak didik sendiri bukan mata pelajaran, Pendekatan Developmentally Appropriate Practice ( DAP ) merupakan alternativ pembelajaran disekolah dasar yang menekankan prinsip ketercernaan, yang sistematis tugas ajar dan bahan ajar dirancang dan dilaksanakan sejalan dengan karakterisktik perkembangan siswa terutama dikelas awal.

Konsep perkembangan mengandung dua dimensi yaitu dimensi umur dan individual. Satu premis yang paling penting tentang perkembangan manusia ialah bahwa semua aspek perkembangan fisik, emosiopnal sosial, dan kognitif bersifat terpadu, aspek satu berpengaruh terhadap aspek yang lain, oleh karena itu pembelajaran pada usia sekolah dasar harus dihadapkan pada kegiatan yang aktif dari pada yang pasif. Sisi penting dari pendekatan perkembangan adalah pengetahuan tentang hal apa yang secara individual padan bagi anak tertentu didalam kelas dengan cara memberikan bimbingan yang didasari sikap menghargai anak maka dari itu guru dan orang tua perlu berbagai pengetahuan dan wawasan tentang anak.

Baca Artikel Lainnya:

This article was written by ebagi