Pendidikan DIY sudah terapkan student oriented

Pendidikan DIY sudah terapkan student oriented

Pendidikan DIY sudah terapkan student oriented
Pendidikan DIY sudah terapkan student oriented

Enam mahasiswa asal Universitas Putra Malaysia mengunjung Yogyakarta

untuk mengetahui kondisi pendidikan di Indonesia. Para mahasiswa peserta program pertukaran mahasiswa di UNY itu mengakui, perbedaan yang cukup besar dalam proses belajar mengajar di tingkat sekolah menengah antar dua negara.

“Dari segi fasilitas dan kondisi sekolah, memang tidak jauh berbeda dengan sekolah-sekolah menengah di Malaysia. Hanya saja, kami terkesan dengan proses pembelajaran di sini. Siswa-siswa di sini sangat aktif, proses pembelajaran lebih pada student oriented, sedangkan di Malaysia lebih pada teacher oriented,” ujar salah satu Mahasiswa Universitas Putra Malaysia Noor Lyana Adnan di DIY, Selasa (22/1/2013).

Ditemui di sela-sela kunjungan ke SMA Negeri 8 Yogyakarta

, mahasiswa jurusan Pendidikan Fisika tersebut menyatakan, keinginannya menjadi guru magang di Yogyakarta

Diungkapkannya, proses pembelajaran di Yogyakarta tidak hanya sekedar teori, namun para siswa dibebaskan untuk mempraktekkan pelajaran yang sedang dipahami. Menurutnya, hal tersebut tidak dilakukan di Malaysia.

“Pembelajaran di negara kami lebih banyak disampaikan dalam teori. Memang ada praktek, tapi persentasenya sangat sedikit. Selain itu, kami lihat di sini para siswa justru yang menyiapkan bahan ajaran yang akan dipelajari. Bahkan laporan pembelajaran yang disusun sudah sama dengan tingkat perguruan tinggi di negara kami. Saya akui pendidikan di sini lebih jauh sedikit daripada sekolah di Malaysia,” ungkapnya.

Tak hanya mahasiswa jurusan pendidikan, beberapa mahasiswa Malaysia tersebut juga berasal dari jurusan

fisika murni dan kimia murni. Tujuan utama program pertukaran mahasiswa tersebut dijelaskan Noor, sebagai sarana mencari ide penelitian untuk tugas akhir.

Selain itu, mereka juga jadi bisa belajar budaya Indonesia secara langsung. Kegiatan di Yogyakarta dilakukan dalam waktu dua minggu yakni mulai 14-26 Janiari 2013.

“Tak hanya sekolah menengah, kami juga akan mengunjungi perguruan tinggi di Yogyakarta yakni UGM dan UIN Sunan Kalijaga. Kami mendapat pengalaman dan pengetahuan baru selama berada di Yogyakarta. Selanjutnya, kami berharap akan ada kerjasama antara universitas kami dengan sekolah atau perguruan tinggi di Yogyakarta,” imbuhnya.
(mhd)

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/ciri-ciri-tumbuhan-paku/

This article was written by ebagi