Mengenal Latar Belakang Dan Ruang Lingkup Profesi Keguruan

Mengenal Latar Belakang Dan Ruang Lingkup Profesi Keguruan

Mengenal Latar Belakang Dan Ruang Lingkup Profesi Keguruan
Mengenal Latar Belakang Dan Ruang Lingkup Profesi Keguruan

A. Sejarah Kualifikasi Guru

Pada jaman kolonial Belanda guru mula – mula diangkat dari orang yang yang tidak dididik secara khusus menjadi guru, guru dari lulusan sekolah guru pertama ( kweek school ) di Solo 1952. Karena kebutuhan guru mendesak maka pemerintah hindia Belanda mengangkat lima macam guru :
1. guru sekolah guru yang dianggap sebagai guru berwenang penuh
2. guru bukan lulusan sekoah guru tapi lulus ujian sebagai guru
3. guru bantu yang lulus ujian guru bantu
4. guru yang dimagangkan guru senior ( calon guru )
5. guru karena keadaan mendesak warga yang pernah mengecap pendidikan

Lembaga pendidikan khusus atau kursus yang mencetak guru seperti Hegore Kweekschool ( HKS ) untuk guru HIS dan kursus Hoofdacter ( HA ) untuk calon kepala sekolah. Keadan ini berlanjut sampai jaman pendudukan Jepang dan awal perang kemerdekaan yang disesuaikan dengan waktu itu dan sampai saat ini kita punya lembaga pendidikan guru tunggal, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan ( LPTK ).

Pada jaman Hindu, Budha dan kerajaan – kerajaan Islam guru mempunyai status yang sangat tinggi dalam masyarakat, berwibawa dan dianggap sebagai orang yang serba tahu. Guru tidak hanya mendidik murid tetapi juga masyarakat dan tempat bertanya, untuk memecahkan masalah.Seiring waktu dan kemajuan zaman wibawa itu tergerus oleh imbalan dan balas jasa.

B. Fungsi organisasi profesi guru

Organisasi Profesi guru kita yaitu PGRI yang didirikan di Surabaya tanggal 25 November 1945 sebagai wujud aspirasi warga negara indonesia dalam mewujudkan cita –cita perjuangan bangsa
Ada empat misi utama PGRI :
1. Misi Politis/ Ideologis
2. Misi Persatuan/ Organisatoris
3. Misi Profesi
4. Misi kesejahteraan

C. Jenis Organisasi Profesi guru

Selain PGRI ada organisasi guru yang disebut Musyawarah Guru Mata Pelajaran ( MGMP) atas anjuran pejabat Depdiknas yang bertujuan untuk meningkatkan mutu profesionalisme guru dalam kelompoknya. Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia ( ISPI ) yang sekararng mempunyai divisi antara lain Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia ( IPBI ), Himpunan Sarjana Pendidik Bahasa Indonesia ( HSPBI ). Himpunan Sarjana Administrasi Pendidik Indonesia ( HISAPIN ).

D. Ruang Lingkup Profesi Keguruan

Peran guru diwujudkan untuk mencapai perkembangan siswa secara optimal untuk itu peranan profesional mencakup layanan instruksional sebagai tugas utama guru serta layanan administrasi bantuan merupakan pendukungnya
– penyelenggaraan proses belajar mengajar yang menempati porsi terbesar profesi keguruan
– tugas yang berhubungan dengan membantu murid dlam mengatasi masalah belajar/pribadi dan dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran.
– Mengelola sekolah ( peranan guru menjalankan prosedur mekanisme utnuk kelancaran tugas guru )
Ruang lingkup kerja guru :
a. kemampuan profesional , mencakup :
– penguasaan materi
– penguasaan dan penghayatan akan landasan
– penguasaan proses pendidikan
b. kemampuan sosial
– mampu menyesuaikan dengan lingkungan kerja sekitar
c. kemampuan personal
– penampilan sikap yang positif terhadap tugas
– pemahaman penghayatan

Kehandalan kerja dapat dilihat dari :
1. mengetahui, memahami, dan menerapkan apa yang harus dikerjakan oleh guru
2. memahami mengapa dia harus melakukan itu
3. memahami dan menghormati batas kemampuan dan kewenangan profesinya dan menghormati profesi lain
4. mewujudkan pemahaman dan penghayatan dalam perbuatan mendidik mengajar dan melatih
Ruang lingkup profesi guru dibagi dua gugus :
1. gugus pengetahuan dan penguasaan tehnik dasar profesional
2. gugus kemampuan profesional

Profil kemampuan dasar guru yang harus dimiliki seorang profesional :
1. menguasai bahan
2. mengelola program belajar mengajar
3. mengelola kelas
4. menggunakan media/sumber
5. menguasai landasan pendidikan
6. mengelola interaksi belajar mengajar
7. menilai prestasi siswa untuk ependidikan pengajaran
8. melaksanakan program bimbingan dan konseling
9. menyelenggarakan administrasi sekolah
10. memahami prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan untuk keperluan pengajaran.

 

(Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/)

This article was written by ebagi