FSGI Beri Rapor Merah, Kemenkdibud: Itu Tendensius

FSGI Beri Rapor Merah, Kemenkdibud: Itu Tendensius

FSGI Beri Rapor Merah, Kemenkdibud Itu Tendensius
FSGI Beri Rapor Merah, Kemenkdibud Itu Tendensius

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

memberikan tanggapan serius terhadap pemberian rapor merah oleh Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Kementerian yang dipimpin Muhadjir Effendy itu menganggap FSGI hanya melihat dari sisi negatif saja.

“Kalau kami lihat itu tendesius. Mereka melihat dari kekurangannya saja. Tapi kalau lihat secara utuh bersama itu jadi jauh lebih baik,” tutur Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Ari Santoso pada JawaPos.com, Kamis (28/12).

Ari Santoso sangat menyesali penilaian FSGI karena pengukurannya terhadap kebijakan Kemendikbud yang ada tidak terukur dengan baik. Pendapat dari FSGI pun terlalu subjektif tanpa melihat kinerja secara menyeluruh.
Kemendikbud
Mendikbud Muhadjir Effendy bersama Presiden Jokowi saat HUT PGRI (Biro Pers Kepresidenan)

FSGI memberikan rapor merah karena memang ada beberapa kebijakan Kemendikbud

yang terkesan terburu-buru dan tidak melewati persiapan yang matang. Misalnya, PPDB Zonasi, Full Day School, dan tata kelola Tunjangan Prestasi Pendidik (TPP).

“FSGI mengapresiasi niat baik Mendikbud dalam beberapa kebijakannya. Namun karena kebijakannya kerap kali terkesan terburu-buru dan tanpa melalui kajian yang mendalam serta sosialisasi dan uji coba yang cukup,” ujar Wakil Sekjen FSGI, Satriwan Salim, Selasa kemarin (26/12).

Kemendikbud tidak setuju jika dibilang setiap program yang ada implementasinya

diburu-buru. Setiap program yang dikeluarkan menjadi Peraturan Menteri itu sudah melalui proses dan ada tahapan serta evaluasi yang dilakukan. Ari hanya menyayangkan penilaian yang dilakukan FSGI tidak adil.

“Tanpa penilaian seperti itu juga terus kita awasi kok, yang kami sayangkan hanya FSGI hanya melihatnya dari sisi negatif. Kalau dilaporkan yang merah-merah itu ya memang tidak ada yang sempurna. Tetapi, hal yang baik tidak diberitakan,” kata Ari.

Ari menyatakan Kemendikbud terus menerima masukan dari berbagai pihak. Serta aktif melakukan koordinasi dan klarifikasi terkait penerapan program, hasil evaluasi akan digunakan untuk perbaikan sistem secara bertahap dan berkelanjutan.

 

Sumber :

http://tempahwebseo.com/pentingnya-pendidikan-dalam-keluarga-bagi-anak/

This article was written by ebagi