BPJS Ketenagakerjaan, Banyak Belum Paham

BPJS Ketenagakerjaan, Banyak Belum Paham

BPJS Ketenagakerjaan, Banyak Belum Paham
BPJS Ketenagakerjaan, Banyak Belum Paham

BANDUNG-Masyarakat masih belum bisa membedakan antara BPJS

ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Sehingga seringkali salah alamat dalam melayangkan komplain. Selain itu banyak yang belum memahami fungsi dan peran kedua lembaga tersebut.

“Survei Agustus 2014 tentang brand awareness BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan, hingga kini, pemahaman masyarakat tentang keberadaan BPJS Ketenagakerjaan masih minim. Sejak awal tahun ini, ada 2 BPJS, yaitu
Ketenagakerjaan dan Kesehatan. Jadi, butuh sosialisasi intensif untuk meningkatkan awareness, khususnya, BPJS Ketenagakerjaan,” kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Majalaya, Achmad Gunawan.

Berdasarkan Undang Undang, setiap pemberi kerja berkewajiban

mendaftarkan para pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Karenanya, lanjut dia, pihaknya melakukan sejumlah sosialisasi. Tujuannya, tidak hanya meningkatkan awarness publik terhadap BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga, untuk meningkatkan jumlah kepesertaan.

Achmad mengutarakan, pada tahun ini, pihaknya menggelar sosialisasi secara simultan pada pekan kedua setiap bulannya. Awal 2015, ungkapnya, pihaknya menggulirkan program sosialisasi pada 1 Februari 2015.

Hingga akhir 2014, terdapat 971 perusahaan yang menjadi peserta BPJS

Ketenagakerjaan terdiri atas 27 perusahaan besar, 30 perusahaan menengah, 242 perusahaan kecil, dan 672 perusahaan mikro.

“Jumlah tenaga kerja yang menjadi peserta, totalnya 99.206. Proyeksi kami, tahun ini, terjadi penambahan peserta sekitar 10-20 persen,” ucapnya.

 

Baca Juga :

 

 

This article was written by ebagi