44 Pengajar BIPA Diberangkatkan ke Luar Negeri

44 Pengajar BIPA Diberangkatkan ke Luar Negeri

44 Pengajar BIPA Diberangkatkan ke Luar Negeri
44 Pengajar BIPA Diberangkatkan ke Luar Negeri

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan melepas 44 orang pengajar

Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) yang akan berangkat bertugas mengajarkan Bahasa Indonesia di luar negeri. Acara pelepasan berlangsung di Graha Utama Kantor Kemendikbud Jakarta, Selasa (16/2/2016) pagi.
44 orang ini adalah gelombang kedua dari total 80 orang yang diberangkatkan ke luar negeri pada 2016. Negara tujuan para pengajar ini antara lain, Vietnam, Laos, Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Kamboja, Cina, Jerman, Perancis, Myanmar, Timor Leste, Australia, Amerika Serikat, Filipina, Mesir, Marokko, dan Tunisia.

Menteri Anies berpesan agar para pengajar nanti bukan hanya menjadi sebagai pengajar BIPA saja,

tetapi juga sebagai duta Negara Indonesia. Karenanya Ia berharap para pengajar tersebut memahami betul isu-isu penting yang ada di negara ini.
“Ingat! Selama 24 jam, Anda wajah Indonesia. Everything You do, everything you say merefleksikan Indonesia”, katanya.
Di acara yang bertepatan pada hari dimana pegawai di lingkungan Kemendikbud mengenakan pakaian adat, pria kelahiran 7 Mei, 46 tahun silam tersebut juga menjelaskan secara singkat pakaian yang ia dan pejabat eselon 1 Kemendikbud kenakan. Kemudian ia meminta nanti pada saat berangkat, para pengajar BIPA ini membawa pakaian adat dan harus bisa menjelaskan tentang pakaian tersebut dengan baik.

“Tolong sampaikan pada mereka kehebatan kita, yang bisa bersepakat bahasa bersama, satu bahasa.

Tidak banyak bangsa di dunia yang bisa melakukannya. Tunjukan itu!”, lanjutnya.
 Tidak hanya pakaian, Mendikbud juga mengingatkan para pengajar BIPA untuk mempromosikan Indonesia lewat kuliner. Kuliner, kata dia, adalah salah satu tombak diplomasi yang dahsyat. “Dan Anda bisa ngomong banyak hal dengan kuliner”, tuturnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Mendikbud juga berharap nantinya, para pengajar juga bisa menggunakan kesempatan ini untuk membangun jejaring. “Indonesia membutuhkan orang-orang yang kiprahnya melebihi batas Negara Indonesia”, pungkasnya.

This article was written by ebagi