4 Langkah Menghadapi Anak yang Malas Olahraga

Mengajarkan anak supaya berolahraga dilaksanakan sejak ia kecil. Namun, saat orangtua telah memberi misal serta menasihati, barangkali ada beberapa anak yang malas olahraga.

Bila anak malas olahraga, coba teknik krlain untuk menciptakan Si Kecil motivasi melakukan kegiatan yang baik untuk jasmani dan mental ini. Mengutip Klikdokter, inilah saran dokter Kartika Mayasari supaya anak suka olahraga.

1. Beraktivitas bareng teman

Orangtua bisa mengundang teman-teman anak guna berolahraga bersama. Lalu ketika olahraga pilih yang beregu laksana sepakbola.

Inisiatif ini dapat menciptakan anak gembira bisa bermain bareng teman-temannya dan berkeringat. Pastinya lebih seru dan sehat!

2. Batasi menyaksikan televisi

Menonton televisi sebetulnya tidak dilarang. Namun, satu urusan yang urgen untuk diperhatikan ialah durasinya. Ini karena andai anak terlampau asyik menyaksikan televisi, maka kelaziman ini bakal menjadikannya malas guna melakukan kegiatan fisik.

Idealnya, menurut keterangan dari American Academy of Pediatrics (AAP), seorang anak tidak boleh menyaksikan televisi lebih dari 1-2 jam/hari. Hal yang sama berlaku untuk pemakaian komputer dan gawai.

3. Pilih masa-masa yang tepat

Mengantuk bisa merusak keadaan hati anak Anda guna olahraga. Bagi itu, Anda mesti pintar-pintar memilih masa-masa untuk mengawali olahraga bareng anak. Anda bisa melakukannya sebelum dia berangkat sekolah atau ketika sore hari.

Durasi olahraga pun perlu diperhatikan. AAP menyarankan bahwa durasi kegiatan fisik anak-anak umur sekolah (6 tahun ke atas) sangat sedikit 60 menit sehari. Jumlah ini tak perlu dilaksanakan dalam satu waktu, tetapi dapat dibagi-bagi ke dalam sejumlah jenis kegiatan dengan durasi yang lebih singkat. Sebagai contoh, 30 menit guna bersepeda pulang-pergi ke sekolah dan 30 menit guna bermain sepak bola di sekolah.

Pada tahapan umur sekolah, kita pun dapat mulai mengikutsertakan si Kecil ke dalam klub olahraga atau ekstrakurikuler yang mereka sukai laksana futsal, karate, basket, bulutangkis, atau klub tari.

4. Jangan memaksa

Hindari memaksakan jenis olahraga tertentu untuk anak cocok dengan kemauan Anda. Memaksakan sesuatu melulu akan membuatnya malas-malasan guna melakukannya. Pada akhirnya, ini dapat membuat anak trauma dengan olahraga.

Baca juga :

This article was written by ebagi