1 dari 5 Ponsel yang Dijual di Indonesia Barang Black Market

1 dari 5 Ponsel yang Dijual di Indonesia Barang ‘Black Market – Ketua Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia (AIPTI) Ali Soebroto bahkan menyinggung bahwa ketika ini penjualan ponsel black market di Indonesia sudah menjangkau tingkat 20 persen dari total penjualan perlengkapan pintar.

Ini berarti 1 dari 5 ponsel yang dipasarkan adalahponsel selundupan. Namun, ketika ditanya lebih lanjut, ia menampik untuk menyinggung sumber dari klaimnya tersebut.

Berdasarkan data GfK, total ponsel yang terjual di Indonesia sepanjang 2017 sejumlah 1,46 miliar unit, mengingat dari data tersebut, maka diduga sekitar 292 juta unit ialah ponsel produk selundupan.

Di samping itu, Ali menyinggung penyelundupan ini dilaksanakan menggunakan kapal pribadi, sehingga ekspedisi barang ilegal itu tidak diketahui oleh pemerintah. Berdasarkan keterangan dari data yang keluarkan oleh Strategic Analytics pada Mei 2014, pasar ponsel selundupan di Indonesia bakal terus merasakan kenaikan sampai 2020.

Secara nilai, pemerintah menyinggung bahwa kerugian Indonesia dampak dari penjualan perlengkapan ponsel selundupan atau black market (BM) menjangkau Rp1 triliun.

“Total kerugian negara dampak peredaran ponsel BM dapat mencapai Rp1 trilun per tahun,” jelas Airlangga laksana tertulis dalam siaran pers yang diterima pada diskusi Mencari Formula Efektif Meredam Peredaran Ponsel Ilegal di Media Center DPR.

Indonesia pun disebut akan menempati urutan ketiga sebagai pasar ponsel selundupan terbesar dunia sesudah India dan Pakistan. Berkaca pada data ini, Anggota DPR Komisi 11 Eva Kusuma Sundari mengaku pentingnya sistem DIRBS (Device Identification, Registration, and Blocking System) yang akan diciptakan oleh Kominfo.

“Kasus penjualan barang BM ini telah menjadi modus dan mesti disikapi dengan benar,” ujarnya.

Ali menilai pengendalian perlengkapan ilegal memakai identifikasi IMEI ini bakal terlihat lebih efektif dan praktis, dikomparasikan dengan mengoleksi seluruh data buatan dan penjualan melewati neraca.

“Memang pendekatan melewati teknis ini lebih efektif dan praktis, sebab ‘kan memakai teknologi. gagasan pengendalian IMEI ini Isebenarnya telah lama, namun belum dapat (diaplikasikan), entah ada tidak sedikit hambatan,” tandasnya.

Sumber : https://www.sekolahan.co.id/

Baca Juga :

This article was written by ebagi